Ratusan Mahasiswa Demo Bupati Minta Perhatikan Nasib Pendidikan Morowali

0
204

Morowali || matarakyatindo.com Kurang lebih ratusan Mahasiswa Morowali yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Morowali Menuntut (AM3), melakukan aksi demo di depan Kantor Bupati Morowali minta Bupati agar perhatikan nasib pendidikan Morowali.

Aksi demo yang dipimpin Amrin selaku Korlab menyuarakan secara lantang, tuntutan yang dirasa perlu untuk segera ditindaklanjuti yakni meninjau kembali syarat bantuan beasiswa, Perbaikan pembangunan asrama mahasiswa  Morowali yang berada di empat kota yaitu Yogyakarta, Makassar, Palu dan Kendari serta Bupati di minta perhatikan kondisi kampus PSDKU Universitas Tadulako (Untad II Morowali).

“Kami minta Pak Bupati untuk segera tindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan kami untuk kemajuan pendidikan Morowali,” Beber Amrin dengan suara lantang.

Dalam orasinya Amrin menuturkan, Bahwa Morowali saat ini merupakan salah satu kabupaten yang terkenal tidak hanya di level nasional, tetapi juga internasional dengan kekayaan sumber daya alam yang memiliki kualitas terbaik nomor 1 di Asia Tenggara dengan kadar 40%.

Hal inilah yang menunjang pertumbuhan ekonomi Kabupaten Morowali menjadi yang tertinggi di provinsi Sulawesi Tengah yakni sebesar 14% tahun 2017, atau tiga kali lipat pertumbuhan ekonomi nasional.

Sangat jelas, hadirnya sektor pertambangan dan industri memberi pengaruh secara makro ekonomi dengan kontribusi kedua sektor akan membuat pertumbuhan ekonomi yang selalu tinggi dari tahun ke tahun sehingga menjadi salah satu indikator yang akan mengubah status Daerah Tertinggal menjadi daerah maju sesuai dengan Perpres 131/2015 tentang penetapan Daerah Tertinggal tahun 2015 sampai tahun 2019.

Hasil SDA luar biasa, namun harus diimbangi dengan SDM, lewat pendidikan generasi Morowali, karena pendidikan merupakan salah satu hal yang paling fundamental baik dalam kehidupan masyarakat maupun bagi pembangunan suatu negara.

Oleh karena itu, kondisi pendidikan perlu selalu diperhatikan dan ditingkatkan dalam hal ini memperbaiki bibit-bibit penerus bangsa terutama adanya wancana mengenai bonus demografi di tahun 2030 mendatang.

Mempersiapkan sistem pendidikan dengan baik telah diatur di dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 dan 2 bahwa untuk setiap warga negara Indonesia wajib mendapatkan pendidikan dan pemerintah wajib membiayainya. Namun pada kenyataannya justru berada dalam kondisi yang sebaliknya, Terang Amrin saat melakukan aksi demo dihalaman kantor Bupati, Senin (21/7).

Amrin mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu Pemda Morowali mengeluarkan peraturan bupati atau Perbup tentang bantuan biaya pendidikan kurang mampu dan berprestasi, namun oleh Pemda dibutuhkan kelengkapan berkas yang tidak sedikit dan terbilang memberatkan, belum lagi dengan bantuan biaya prestasi yang mensyaratkan standar IPK yang sangat tinggi yaitu 3,50, sedangkan Beasiswa kampus saja tidak melakukan hal serupa dalam penjaringan beasiswa berprestasi.

Titik permasalahan lainnya adalah fasilitas penunjang mahasiswa Morowali yang berada di luar daerah salah satunya bangunan asrama Mahasiswi Morowali yang berada di empat Kota seperti Palu, Kendari ,Makassar dan Yogyakarta.  Bangunan yang sudah berdiri bertahun-tahun ini sangat kurang diperhatikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali dan tidak pernah mendapatkan bantuan renovasi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali.

Jangankan nasib kami yang menempuh pendidikan di luar daerah yang di daerah saja kurang diperhatikan, lebih ironis lagi dimana satu-satunya kampus yang ada di Kabupaten Morowali yaitu PSDKU (UNTAD II Morowali) yang merupakan cabang dari kampus utama UNTAD, kurang diperhatikan oleh Pemda Morowali.

Padahal, salah satu faktor peningkatan SDM yang berdaya saing dimulai dari meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

“Olehnya, sekali lagi kami minta Bupati Morowali untuk segera merealisasikan apa yang menjadi tuntutan kami demi kemajuan pendidikan Morowali,” Pintanya.

Usai menyampaikan orasinya, perwakilan Mahasiswa dipersilahkan masuk dalam ruangan Aula Kantor Bupati untuk bertemu langsung Bupati Morowali Drs. Taslim.
Dari hasil pertemuan tiga hal yang menjadi kesepakatan yakni syarat IPK berprestasi yang sebelumnya  3,50 turun menjadi 3,00.

Selanjutnya, untuk asrama mahasiswa diharapkan agar mahasiswa mengajukan proposal dan tahun 2021 akan diakomodir. Pemda Morowali akan mengalokasikan lahan Kampus PDSKU Universitas Tadulako di Morowali

Dalam pertemuan tersebut selain bupati, turut hadir Assisten I Drs Bambang Soerojo,M.Si, Kaban Kesbangpol Drs Wahid Hasan, serta sejumlah kepala OPD, Wakapolres Morowali Kompol H. Amri, Kabag Ops Polres Morowali AKP Nasaruddin SH,SIK, dan unsur terkait lainnya.

Reporter : Patar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here