Refleksi Hardiknas IP2MOM Desak Pemerintah Entaskan Pendidikan di Sulteng

0
171

PARIMO | matarakyatindo.com – Refleksi peringati hari pendidikan, perlu dikemas dengan konsep yang matang, Diketahui Dunia pendidikan merupakan salah satu cikal bakal bangsa Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa, sebab diketahui pendidikan adalah proses dimana mereka harus belajar menimba ilmu pengetahuan demi masa depan anak bangsa yang layak menjadi harapan setiap orang.

Hal tersebut di suarakan ketua IP2MOM “(Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Ongka Malino), Fandi Alang, pada matarakyatindo.com menyatakan pekerjaan rumah (PR) pemerintah saat ini harus menuntaskan masalah pendidikan yang ada di Sulawesi Tengah. Ada beberapa poin yang kami nilai perlu di perhatikan dalam poin tersebut yaitu meminta agar di pikirkan layak jenjang pendidikan yang harus dilalui anak bangsa, urainya.

Menurut Fandi, dalam konteks pembangunan bangsa peran penting adalah dunia pendidikan terlebih di tuntaskan. Dia berharap agar persoalan pendidikan jangan di anggap sebelah mata. Pasalnya sejak usia dini harus mendapatkan pendidikan dasar hingga wajib belajar sembilan tahun, dan lanjut kejenjang yang lebih tinggi,

Kami menuntut pemerintah harus menuntaskan poin-poin yang kami nilai perlu direalisasikan, Pertama, masih tingginya angka putus sekolah di sulteng karena masalah ekonomi.orangtua tidak bisa membiayai, sedangkan si anak terpaksa bekerja, Putus sekolah juga dipicu jarak sekolah yang jauh dari tempat tinggal, kekerasan seksual pada anak dan kriminalitas.

Ke-dua, pembangunan sekolah masih tidak merata karena sulitnya akses mencapai suatu daerah. Ke-tiga, lingkungan sekolah yang masih tidak aman. Salah satunya disebabkan oleh pengaruh teman sebaya dan contoh buruk dari guru seperti merokok di lingkungan sekolah.

Ke-empat, tingkat kehadiran guru rendah rendahnya tingkat kehadiran guru disebabkan faktor minat dan suasana kelas yang tidak kondusif, dan ke-lima Peningkatan gaji dan tunjangan tenaga honorer, terutama di daerah terpencil, perlu biaya besar untuk pulang pergi ke sekolah. Terkadang penguasaan materinya juga rendah sehingga siswa tidak memahami ilmu yang diberikan, ujarnya.

“Kami sangat berharap kompetensi guru terus ditingkatkan dan tidak hanya diapresiasi, tetapi juga diberi sanksi jika mereka tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, mementingkan sosialisasi kepada orangtua.

Pembinaan sistim Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) juga dapat menjadi solusi tambahan. Yang merata dan di berikan kepada yang lebih layak menerima. Pinta Fandi.

“Harapan kami, Sebagai sesama mahasiwa, harus punya inisiatif bisa menjadi relawan untuk membantu agar mereka yang putus sekolah tetap menerima pelajaran. Salah satunya dengan membentuk forum membantu anak-anak putus sekolah, agar di Sulawesi tengah tak ada lagi yang putus sekolah, Pungkasnya.

Reporter : Deni Renaldi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here