Relese Akhir Tahun, Kejati Sulteng Selamatkan Uang Negara Rp 828 Juta

0
97

PALU || matarakyatindo.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat berhasil menyelamatkan keuangan negara merupakan uang pengganti dari tindak pidana korupsi periode Januari – Desember 2019 senilai sekitar Rp 828,8 juta.

Selain uang pengganti tersebut, denda sekitar Rp 1.129 miliar, biaya perkara Rp 17,5 juta, pendapatan lainya sekitar Rp 2 miliar.

Demikian disampaikan, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati ) Sulteng, Gerry Yasid SH, MH, turut didampingi Asisten pidana umum/Aspidum Izamzan, Aspidsus diwakili Tofan, Asdatun Burhan), Asintel Rachmat Supriady, Aswas Tengku Muzafar, dalam konferensi pers pada sejumlah media di ruang rapat Kejati Sulteng, di Jalan Sam Ratulangi Kota Palu, Selasa (31/12) kemarin.

Ia mengatakan, dalam penanganan perkara, tahap penyelidikan 46 perkara, penyidikan 67 perkara. ” Untuk Penyidikan kejaksaan 47 perkara, penyidikan polri 13 perkara,” ujar mantan Wakajati Sulsel ini.

Dia memaparkan, perkara dalam upaya hukum banding 11 perkara, kasasi 56 perkara, grasi 3 perkara, peninjauan kembali (PK) 18 perkara.

Sementara itu lanjutnya, penanganan perkara tindak pidana umum, sebanyak 2.353 perkara sudah mendapat surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP), 1.869 perkara berkasnya telah diterima dan masuk dalam penuntutan.

“Untuk 21 perkara masing-masing melakukan upaya hukum banding dan kasasi,” katanya.

Dalam kasus pidana ini, kata dia , satu perkara paling menonjol yakni perkara dugaan pelanggaran ITE dengan terdakwa Gus Nur alias Sugi Nur.

Selain itu, kata dia, pihaknya berhasil mendapat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp 1,765 miliar dari 18.163.087 perkara mencakup Rp 1,738 miliar denda tilang, Rp 26,7 juta ongkos perkara.

Selanjutnya kata dia, dalam bidang perdata dan tata usaha Negara, pihaknya berhasil melakukan pemulihan keuangan Negara sekitar Rp 9, 838 miliar, penyelamatan keuangan negara Rp 142,2 juta.

“Sejauh ini Alhamdulilah ,penanganan perkara kami , yakni litigasi 7 perkara dan non litigasi 19 perkara,” tutupnya.

Sumber : Humas Kejati Sulteng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here