Reses, Warga Keluhkan Pengikisan Tanggul Sungai ‘Membahayakan’, Anggota DPRD Parimo Mastullah Menjawab

0
237

Reporter : Deni / Editor : Pde

PARIMO | matarakyatindo.com – Keresahan warga soal belum ada jawaban pemerintah daerah terkait ancaman tanggul sungai yang sudah terkikis akibat musim hujan melanda wilayah Parimo kurun waktu dua pekan ini, akhirnya terjawab.

Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong Daerah pemilihan (Dapil) 4, Mastullah menanggapi keluhan warga yang tinggal berdekatan dengan kanal sungai cabang 3, karena tanggul sungai saat ini akan amblas akaibat terus menerus di hantam air sungai karena banjir.

Politisi PDIP ini ketika melakukan reses, Senin (10/8/2020) mengatakan bahwa apa yang menjadi usulan konstituennya dinilai sebagai laporan nyata.

Dirinya bakal menyuarakan aspirasi masyarakat terkait keluhan warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi sungai cabang 3 yang ramai di media sosial beberapa pekan terakhir ini. Salah satunya keluhan keberadaan tanggul sungai yang longsor.

Sebagai penguatan laporan masyarakat, dirinya langsung meninjau sungai cabang 3 serta meninjau jembatan, “keberadaan sungai dan jembatan cabang 3 sudah masuk dalam agenda reses dan bakal akan di kawal hasil aspirasi masyarakat ini” lapornya pada matarakyatindo.com.

Diketahui bahwa tanggul sungai yang mulai terkikis akibat hantaman derasnya air sungai membuat tanggul kanal sungai mulai merembes dekat pemukiman warga yang tak berjauhan dengan sungai.

Menurut politisi PDIP ini, dulunya badan sungai sebenarnya jauh dari pemukiman warga. Tapi karena pengaruh musim hujan, secara perlahan alami longsor karena dikikis oleh derasnya arus air.

“Seiring dengan waktu, tanggul yang jauh malah sudah dekat dengan rumah salah seorang yang diketahui milik pak Budi. Jika hal ini terus dibiarkan, yang takutnya nanti akan muncul dampak yang besar. Pasalnya jarak antara rumah warga dengan bibir sungai menyisakan 5 meter dari kediaman pak Budi.

Bahkan kalau terjadi banjir, ditakutkan akan memutuskan jembatan dan jalan ekonomi warga yang ada di Kecamatan Bolano Lambunu, ungkapnya.

Selaku anggota DPRD, sudah tentunya akan melakukan koordinasi dengan balai sungai provinsi agar secepatnya di tanggapi. Karena perlu adanya pembuatan Bronjong kawat agar tak lagi longsor ketika banjir datang, tambahnya.

Menurut warga, lermasalahan tersebut tidak pernah ada penyelesaian selama bertahun – tahun. “Sudah 10 tahun lebih kalau tidak salah tidak pernah ada ujungnya sampai sekarang,” kata, salah satu warga yang rumahnya berada di pinggir sungai tersebut.

Warga berharap dengan adanya reses ini perwakilan rakyat dapat menyahuti suara keluhan warga. Jika tidak, rumah kami akan terkena dampak banjir bila tak segera di perhatikan, apalagi saat musim hujan,sudah pasti kecemasan menghantui warga, pasalnya arus air terlalu besar. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here