Reshuffle Pejabat Morowali Tuai “Kontroversi”

0
857

Morowali – matarakyatindo.com – Reshuffle/pelantikan terhadap 100 lebih pejabat Morowali menyisahkan pertanyaan publik dan tanggapan beragam dari berbagai pihak, bahkan dinilai syarat kontroversi.

Pasalnya, sejumlah pejabat yang dilantik punya latar belakang cacat hukum alias mantan Narapidana (Napi) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Selain itu, beberapa pejabat yang dilantik justru mengalami penurunan jabatan dan eselon, dimana sebelumnya ada pejabat menduduki posisi Kepala Badan (Kaban)/Kepala Dinas (Kadis) turun menjadi sekretaris, begitupun jabatan Kepala Bidang (Kabid) turun menjadi Kepala Seksi (Kasi) pada Dinas PUD Morowali.

Bupati Morowali Drs.Taslim yang dikonfirmasi sejumlah wartawan diruang kerjanya (20/9), tak menapik hal tesebut.

Menurut Taslim, sebelum dirinya jadi Bupati Morowali sejumlah pejabat mantan Napi Tipikor yang diperguncingkan, juga sudah dipakai oleh pemimpin rezim sebelumnya namun tidak ada masalah dan tidak berdampak apa-apa terhadap proses roda pemerintahan.

“Sebelum saya jadi Bupati, mereka (Eks Napi Tipikor) juga dipakai pemimpin sebelumnya, Jadi saya sangat heran kalau hari ini hal tersebut masih dipermasalahkan,” Tutur Taslim.

Bahkan, menurut Taslim dirinya juga sudah berkonsultasi kepada KASN dan beberapa ahli hukum terkait hal tersebut tetapi semua memberikan pandangan dan pendapat yang berbeda sehingga sulit untuk ditafsirkan secara hukum maupun aturan.

Disamping itu, para eks Tipikor divonis sebelum UU ASN 2014 ditetapkan sehingga aturan tersebut tidak boleh berlaku surut bagi ASN eks Tipikor.

“Jadi tidak ada alasan yang kuat untuk menindaki mereka (ASN eks Tipikor),” Terang Kader Nasdem itu.

Begitupun soal sejumlah pejabat yang mengalami penurunan jabatan dari Kadis/Kaban menjadi sekretaris dan Kabid menjadi Kasi serta pejabat eselon II menjadi eselon III dan eselon III menjadi eselon IV.

Menurut Taslim, Hal tersebut bukan merupakan penurunan jabatan maupun penurunan eselon melainkan pertimbangan kebutuhan sesuai keahlian yang dibutuhkan pada jabatan yang ditempatkan.

Tentunya, kalau melihat dari sisi karier, orang lain yang menilai tidak akan bisa menerima dan terkesan tidak etis tapi kalau berdasarkan kebutuhan tidak mengukur dari sisi jabatan maupun eselon sebelumnya.

“Jadi itu bukan sanksi melainkan kebutuhan,” Ucap Taslim yakin.

Lanjut Taslim, bahwa pelantikan pejabat yang dilaksanakan akan berproses dan dilakukan evaluasi karena kedepan bakal ada kembali pelantikan tahap II sekaligus mengisi sejumlah jabatan yang masih kosong seperti Kadis Kominfo dan Asisten II.

Sehingga tak perlu berkecil hati tapi tingkatkan etos kerja tunjukan prestasi biarkan pimpinan yang menilai kinerjanya masing-masing, karena pada dasarnya jabatan itu adalah pengabdian siap ditempatkan dimana saja sesuai sumpah dan janji ASN.

Disamping itu, sejumlah pejabat yang bersangkutan telah dipanggil terlebih dahulu sebelum dilantik dan sudah menyatakan diri siap ditempatkan dimana saja serta tidak merasa keberatan atas jabatan yang diberikan.

“Sebelum dilantik kami sudah panggil terlebih dulu dan pejabat tersebut sudah menyatakan diri tidak merasa keberatan,” Jelas mantan Anleg Morowali itu.

Diakhir perbincangan Taslim ingin kedepan lebih meningkatkan kinerja seluruh pejabat maupun ASN Morowali karena soal kinerja masih sangat terbatas dan hal ini salah satu penghambat lambatnya kemajuan perkembangan daerah.

“Kita ingin Morowali maju seperti daerah-daerah lain tetapi karena keterbatasan tersebut menjadi penghambat sehingga kedepan seluruh pejabat maupun ASN kita arahkan bagaimana meningkatkan kinerja kita,” Terangnya mantap.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dipimpin langsung Bupati Morowali Drs.Taslim bertempat di Aula kantor Bupati Morowali Jum’at (20/9), dihadiri Wakil Bupati DR.H.Najamudin, S.Ag.S.Pd.M.Pd serta sejumlah pimpinan OPD yang kursi empuknya belum bergoyang.

Berikut beberapa nama pejabat yang dilantik dan diambil sumpahnya, diantaranya eselon II yakni Harsono Lamusa jabatan lama Asisten II jabatan baru Kepala Badan Pendapatan Daerah, Rahman Topo jabatan lama Kadis Kominfo jabatan baru Kadis Nakertrans, Bahtiar Pehoea jabatan lama sekretaris Kominfo jabatan baru Kadis Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Daerah, Zainal jabatan lama Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah.

Alwan jabatan lama sekretaris PUPR jabatan baru Kepala Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah, Ismail Rasuna jabatan lama Kadis Pora dan Pariwisata jabatan baru Kepala BPBD, Napsahu jabatan lama kepala BPBD jabatan baru Kadis Sat Pol PP, Adjan Jerimu jabatan lama Kadis Sat Pol PP jabatan baru Kadis Pora dan Pariwisata dan lain-lain.

Reporter : PATAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here