Soal Aturan “Sita Barang Pasien” oleh RS. Anuntaloko Parigi, Revy Tilaar : Tidak Ada Aturan Seperti Itu.!

0
918

PARIMO – matarakyatindo.com Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Dokter Revi Tilaar menyatakan tidak ada aturan resmi soal sita barang pasien miskin sebagai jaminan di RSUD Anuntaloko.

“Mungkin sertifikat rumah pasien yang ditahan pihak RSUD Anuntaloko itu adalah sebagai jaminan. Namun tidak ada aturan seperti itu”, kata Revi Tilaar, Jumat, (4/1).

Menurut Revi, saat ini ada 26 ribu masyarakat Parimo yang telah tercover pada program universal health coverage (UHC).

Dan, bakal ada 100 ribu lebih masyarakat kategori kurang mampu bakal masuk program tersebut pada tahun 2019 ini.

“Saya pikir peristiwa (sita barang pasien) kejadiannya saat sekarang ini (bukan terjadi pada akhir 2018), sebab ada peluncuran UHC. Namun, tidak ada aturan resmi terkait hal sita barang pasien miskin di sebuah rumah sakit. Tanyakan kepada Direktur RSUD Anuntaloko (Nurlela Harate) soal itu”, kata mantan kepala RSUD Anuntaloko tersebut.

UHC , menurut Revi Tilaar adalah suatu konsep reformasi pelayanan kesehatan dibiayai pemerintah mencakup aksesibilitas dan equitas, pelayanan kesehatan berkualitas dan komprehensif yang meliputi pelayanan preventif, promotif, curatif sampai rehabilitatif.

UHC, Mengurangi keterbatasan finansial dalam mendapatkan pelayanan kesehatan bagi setiap penduduk, dari pelayanan sederhana hingga biaya mahal.

Di Thailand, konsep UHC dimulai sejak tahun 1975 meng-cover masyarakat miskin dan hampir miskin. Kemudian ditingkatkan pada peserta sukarela, pekerja formal, anak-anak dan orang tua (eldery).

Sebelumnya, media ini melansir soal main sita barang seperti sertifikat rumah, ponsel serta barang-barang lain, jika ada pasien yang tidak mampu membayar ongkos perawatan. (Indigo/matarakyatindo.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here