RS. POHUWATO, INFUS TIDAK BISA DILEPAS SEBELUM DILUNASI

0
1888

Gorontalo, Pohuwato – matarakyatindo.com Menurut keterangan Keluarga pasien Perdinan Kanalung kepada Media matarakyatindo.com (25/01) bahwa pelayanan RS. Pohuwato sangat tidak manusiawi, Pasalnya ketika keluarga pasien meminta Infus untuk dilepas karena sudah habis isinya, Tetapi Pihak RS Mengatakan bahwa, infus belum bisa dilepas apa bila belum dilakukan pembayaran.

“Karna infus sudah habis, jadi saya meminta perawat untuk melepaskan infus yang terpasang ditangan suami saya, tetapi pihak RS mengatakan, bahwa belum bisa dicabut kalau belum melakukan pembayaran, Sementara tangan suami saya sudah bengkak karena terpasang infus yang kosong” Tandasnya

Istri pasienpun menambahkan bahwa ia sempat marah-marah di RS tersebut karena merasa tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal, sesuai UU NO 44 THN 2009 TENTANG RUMAH SAKIT, bahkan ia meminta motornya untuk ditahan sebagi jaminan sembari menungu adik iparnya yang sedang dalam perjalanan membawa biaya Rumah sakit.

“Saya juga sempat marah-marah dirumah sakit itu, bahkan saya bilang, kalau kamu pikir saya mo lari setelah infus itu dicabut, ada motor saya didepan bisa dijadikan jaminan, adik ipar saya masih dalam perjalanan membawa uang untuk membayar biaya Rumah sakit ini” Tandasnya dengan rasa kecewa.

Kondisi Tangan pasien saat terpasang infus kosong dan tidak di lepas oleh perawat dengan alasan belum membayar biaya pengobatan di RS. Pohuwato ( Foto : Ist)

Sementara itu Andriadi Lasantu, S.Kep, yang juga sebagai kepala ruang bedah RS Pohuwato mengatakan, apa bila pasien merasa tidak puasa dngan pelayanan perawat silakan melakukan aduan.

“Kami sarankan, apa bila pasien tidak merasa puas dengan pelayanan Perawat yang berada di RS Kami, silakan melakukan aduan, karena kami telah menyediakan Ruang aduan bagi pasien yang merasa tidak puas dengan pelayanan RS Pohuwato” Tandasnya.

Soal melepaskan infus Andriadi menambahkan bahwa perawat bekerja berdasarkan instruksi Dokter yang menangani pasien yang bersangkutan

“Kami sebagai perawat, bekerja sesuai instruksi Dokter, apa bila dokter membolehkan infus dilepas, maka kami akan melepas infus tersebut, begitupun sebaliknya” Tambahnya

Pasien mengakui bahwa Sampai keluar dari RS Pohuwato pada tangal 22 januari 2019, pasien tidak diberikan kuitansi pembayarnnya yang berjumlah Rp.6.330.000,00.

Repoter : Nasar Pakaya

Email Redaksi : media@matarakyatindo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here