Rumah Tertimpa Pohon Kelapa,  IRT di Bunta Tewas saat Masak Nasi Kuning

0
137

Laporan khusus : Ramli Luwuk

BANGGAI | matarakyatindo.com – Nasib malang menimpa seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kelurahan Bunta 1, Kecamatan Bunta, Rabu dinihari (25/11). Korban Kalsum Ahmad (46), tewas tertimpa pohon kelapa saat hendak memasak nasi kuning untuk dijual di pagi hari.

Kapolsek Bunta Iptu Nanang Afrioko SH, MH, mengungkapkan, korban saat itu berada di dapur memasak nasi kuning untuk dijual. Sekitar pukul 04.00 Wita, hujan disertai angin kencang menerjang Bunta.

“Tiba-tiba pohon kelapa yang berjarak sekitar 20 meter di belakang dapur tumbang lalu menimpa bagian dapur rumah korban,” ungkap Iptu Nanang.

Kemudian kata Iptu Nanang, anak kandung korban, Tuti Alawiyah (23), yang mendengar bunyi pohon tumbang langsung keluar kamar menuju dapur. Tak disangka, dia melihat sang ibu sudah tersungkur di lantai akibat tertimpa pohon kelapa.

Keterangan : Rumah warga yang tertimpa pohon menyebabkan ibu rumah tangga jadi korban (Foto / Ramli)

“Saksi (anak korban_red) teriak minta tolong. Lalu datang beberapa tetangga menolong korban dan dibawa ke Puskesmas Bunta,” kata Nanang mengutip keterangan dari anak korban.

Iptu Nanang menjelaskan, sejumlah saksi juga membeberkan kronologis serupa. Menurut mereka, saat mau dievakusi ke Puskesmas Bunta, korban masih dalam keadaan sadar.

“Tetapi korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di tengah perjalanan,” sebut perwira dua balak ini.

Mantan Kanit Idik II Satreskrim Polres Banggai ini, menuturkan, dari hasil visum atau pemeriksaan luar oleh Kepala Puskesmas Bunta, korban mengalami patah tulang punggung, kaki kiri, dan luka memar di sejumlah bagian tubuh.

“Saat tiba di Pukesmas Bunta, korban sudah tak sadarkan diri,” tuturnya.

Iptu Nanang menambahkan, pihak keluarga menerima atas musibah yang dialami korban tersebut dan selanjutnya membuat surat pernyataan tidak keberatan atas peristiwa yang terjadi.

“Penyebab tumbangnya pohon kelapa dikarenakan hujan dan angin kencang serta pohon kelapa sebagian akarnya sudah lapuk,” tutup Iptu Nanang. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here