Saat Kunjungi Gorontalo, Ketua DPRD Terinspirasi Atas Peran UNG – PDTT Dalam Mewujudkan KEK

0
224

Ketua DPRD Parimo Sayuti Budianto saat konprensi pers (F-Pde)

PARIMO | matarakyatindo.com – Belum lama ini, Ketua DPRD bersama Sekda Parimo menghadiri undangan resmi Pemprov Gorontalo, sekaligus melakukan silaturahim dengan para Mahasiswa asal Parimo yang kuliah di wilayah penghasil jagung terbesar di Indonesia.

Sesuai kisahnya yang disampaikan kepada sejumlah awak media usai rapat Paripurna, Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto merasa terkejut atas peran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) dalam mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Berbasis Pedesaan di Provinsi Gorontalo.

“Ini momen Teluk Tomini, luar biasa UNG bersama Kementerian PDTT, mengambil peran untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Intinya, saya sebagai unsur penyelanggara pemerintah dan sebagai pemilik kawasan tepi pantai terpanjang Teluk Tomini, yaitu 742 Km sangat merasa malu juga,” ungkap Sayutin kepada sejumlah wartawan, Selasa (15/06)

Seharusnya, sebagai pemerintah kabupaten, kota dan provinsi yang terhubung dengan kawasan Teluk Tomini, itu bisa mengambil peran. Minimal program tersebut dilaksanakan sesuai perencanaan karena melibatkan seluruh Kabupaten di Sulteng yang berada di lingkaran teluk Tomini.

Itupun tidak hanya dilakukan secara seremoni, namun berjalan sesuai implementasi untuk kebijakan investasi di pedesaan, dengan alasan bahwa potensi kawasan Teluk Tomini bila digali sumbernya sangat besar, meskipun kebijakan laut ada di pusat dan provinsi.

“Tapi minimal kita Kabupaten Parigi Moutong mengambil peran untuk itu,” ujarnya.

Isu strategis tersebut, ternyata lebih dahulu dikaji oleh UNG untuk membangun kekuatan ekonomi di kawasan Teluk Tomini, dengan KEK berbasis pedesaan.

Langkah yang harus dilakukan pemerintah daerah akibat dari program tersebut adalah perlu kebijakan pemerintah Kabupaten Parigi Moutong beserta Gubernur Sulawesi Tengah.

“Saya berencana dengan Komisi II dan III, akan menghadap dengan Gubernur baru, untuk mempertegas atas hasil yang kami ikuti di Gorontalo, dan kita minta momen itu harus kita ambil,” ujarnya.

Alasan lain dikemukakan mantan wakil rakyat di Kaltim selama dua periode ini, bahwa keberadaan KEK bukan hanya berorientasi industry berskala besar, tetapi juga harus berorientasi skala pedesaan.

Alasannya karena di desa banyak potensi, seperti prodak yang belum dipasarkan di Kabupaten Parigi Moutong yakni, Durian Montong yang dikenal dimana-mana.

“Durian ditanam di desa, kecamatan yang memiliki Durian Montong, masukan investasi besar disitu. Industri dari Durian Montong, banyak makanan yang bisa kita jual, seperti dodol dan.lain-lain yang merupakan cindera mata khas dari daerah penghasil beras terbaik di Sulteng” kisahnya.

Dia menambahkan, meskipun hal itu sifatnya hanya industry kecil, namun skala investasinya tetap berkelanjutan, atau secara terus menerus.

Sementara pemasarannya, dibutuhkan kelihaian oleh pemerintah kabupaten untuk melakukannya, pungkas Sayutin yang pandai berargumentasi ini. (**)

Wartawan : Sumardin (Pde)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here