Sambut Sekolah Tatap Muka, Siswa-Siswi SMAN 1 Parigi Dilakukan Vaksinasi

0
58

PARIMO | matarakyatindo.com – Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2021 Tentang PPKM, dimana semua kabupaten /Kota yang berada pada Level 3 dan sesuai dengan SKB Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang penyelenggaraan Pembelajaran dimasa pandemi Covid-19.

Gubernur menyampaikan harapannya agar Bupati dan Wali Kota Sudah menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka pada satuan pendidikan dengan berpedoman pada SKB 4 Menteri dengan tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan satuan pendidikan.

Keputusan pemerintah provinsi Sulawesi Tengah untuk membuka gerbang Sekolah dalam rangka proses tatap muka (belajar mengajar) tahun pembelajaran 2021/2022 yang dikhususkan kepada daerah zona hijau langsung disahuti oleh pemegang amanah di wilayah Sekolah masing-masing, khususnya di SMAN 1 Parigi.

Pantauan matarakyatindo.com di SMA Negeri 1 Parigi, Kamis (14/10/2021) mencatat bahwa pelaksanaan vaksinasi kepada para siswa-siswi usia 14 – 17 tahun telah dilaksanakan sejak Rabu (13/10/2021).

Berdasarkan laporan tim medis, jumlah kuota vaksin yang disediakan di SMAN 1 Parigi sebanyak 400 pelajar, masing-masing 200 orang hari pertama dan 200 orang hari kedua.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Parigi Abd. Muis SPd, MSi mengatakan, pelaksanaan vaksinasi untuk para siswa-siswi di sekolahnya adalah sebagai prasyarat melakukan pembelajaran tatap muka pasca pandemi Covid-19 sebagaimana instruksi Gubernur Sulteng dengan berpedoman pada SKB Empat Menteri.

“Mulai Rabu (13/10/2021) sebanyak 200 siswa-siswi sudah divaksin. Dan hari ini Kamis (14/10/2021) vaksinasi sebanyak 200 pelajar. Berarti jumlahnya 400 siswa-siswi telah divaksin, sedangkan jumlah siswa-siswi yang belum divaksin lebih dari setengahnya. Dan secara bertahap akan divaksin secara keseluruhan” kata Muis.

Khusus untuk guru dan jajarannya sudah dilakukan vaksin secara keseluruhan, sehingga untuk proses belajar mengajar tatap muka akan berjalan lancar dengan tetap menggunakan protokol kesehatan.

“Kami tetap mengacu petunjuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi karena sebagai muara kebijakan untuk seluruh Sekolah pendidikan menengah atas (SMA/SMK sederajat)” urainya. (**)

Penulis : Sumardin | Pde

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here