Satgas Covid- 19 Parimo Sosialisasikan Pembentukan Pos Komando

0
69

PARIMO | matarakyatindo.com – Menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 32 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Level 2 dan Level 1.

Olehnya tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Parigi Moutong melakukan sosialisasi pembentukan Pos Komando (Posko) yang sosialisasinya dimulai pada hari Senin (9/8) dari Kecamatan Moutong hingga saat ini masih berjalan dan akan berakhir di Kecamatan Sausu.

Selain Pembentukan Pos Komando di Desa, juga mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat Desa, Kecamatan dan Kelurahan.

“Satgas Covid Kabupaten melakukan penguatan dan optimalisasi posko Satgas Covid yang ada di Kecamatan dan desa serta membentuk Pos Komando di Desa di 23 Kecamatan,”Kata Sekretaris Satgas Covid-19 Parigi Moutong Idran ST MPW. Rabu (11/8/21).

Lanjut Idran, Intruksi Mendagri tersebut ditindaklanjuti dengan Surat Edaran (SE) Bupati Parigi Moutong tentang Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Parigi Moutong termasuk didalamnya membentuk dan mengoptimalkan Satgas Kecamatan dan Pos Komando.

Selanjutnya kata Idran, dalam edaran Bupati itu juga ditekankan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, tempat Pendidikan dan Pelatihan) dilakukan secara daring atau online.

Selanjutnya dalam edaran itu juga kata Idran disebutkan, pelaksanaan kegiatan ditempat kerja/perkantoran diberlakukan 50 persen Work From Home (WFH) dan 50 persen Work From Office (WFO) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Untuk sektor asensial kata Idran, seperti konstruksi, kesehatan, perbankan dan perhotelan dapat beroperasi 100 persen dengan protokol kesehatan ketat.

“Untuk pasar tradisional, toko Kelontong, pedagang kaki lima, bengkel dan lain lain atau sejenisnya diizinkan buka dengan Protokol kesehatan ketat, memakai masker dan mencuci tangan,”Ucapnya.

Sambung Idran, untuk pelaksanaan kegiatan makan minum ditempat umum seperti warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya, diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat, memakai masker dan mencuci tangan.

Rumah makan dan cafe kata Idran, dapat melayani makan ditempat dengan kapasitas 50 persen dengan menerima makan dibawah pulang dengan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Untuk tempat ibadah kata ia seperti (Masjid, Musholah, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng) dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah dengan pengaturan kapasitas maksimal 50 persen dengan protokol kesehatan yang ketat, memakai masker dan mencuci tangan.

Untuk Pelaksanaan kegiatan pada area publik kata Idran, seperti taman kota dan tempat wisata ditutup sementara.

“Kegiatan seni budaya dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara,”Imbuhnya.

Untuk kegiatan pertandingan olahraga kata Idran, diperbolehkan tanpa adanya suporter dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Olahraga mandiri/individual dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Sedangkan untuk kegiatan resepsi pernikahan dan hajatan (kemasyarakatan) kata Idran, 25% dari kapasitas dan tidak ada hidangan makanan di tempat.

“Kemudian setiap pelaku perjalanan yang masuk di Kabupaten Parigi Moutong dari luar
Provinsi Sulawesi Tengah melalui jalur laut dan darat wajib menunjukan hasil
pemeriksaan rapid-test Antigen negatif yang berlaku 1 x 24 jam serta telah di cek keasliannya oleh petugas pemeriksaan di Posko perbatasan Provinsi dan Pelabuhan.

“Melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak melakukan perjalanan keluar daerah kecuali dianggap sangat penting yang harus dihadiri dan atas undangan dari Kementerian/Lembaga Pemerintah, serta surat perintah perjalanan Dinas ditanda tangani minimal Eselon II. Jika kembali dari perjalanan Dinas dari luar daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut melakukan isolasi mandiri di rumah minimal 5 x 24 jam,”Jelas Idran.

Kemudian kata ia, mengoptimalkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang terkait penyebaran, penanganan dan pencegahan Covid-19 di masyarakat.

Surat edaran tersebut kata Idran mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

“Bupati kita memerintahkan kepada semua kepala OPD, Pemerintah Kecamatan, Kelurahan dan Desa dapat menindaklanjuti dan mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat,”ungkapnya.

SATGAS COVID-19 PARIGI MOUTONG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here