Satu Pasien Petugas RSUD Umum Ampana Terpapar Covid 19

0
48

TOUNA || matarakyatindo.com Satu pasien petugas RSUD Ampana Kabupaten Tojo Una Una terpapar Covid 19, Sabtu (19/09/2020)

dr. Niko selaku Direktur RSUD Umum Ampana yang di wawancarai oleh awak media di ruang kerjanya mengakui bahwa IGD Ponek dan  ruangan bersalin untuk saat ini akan ditutup.

“IGD Ponek dan Ruangan Bersalin untuk sementara waktu ditutup, di karenakan dari petugas Bidan inisial H telah terkonfirmasi Positif Covid -19” Ungkapnya kepada media matarakyatindo.com

Dirinya menambahkan bahwa RSUD Ampana bersama Dokter ahli penyakit dalam telah bersepakat dan mengambil keputusan, untuk saat ini pasien yang akan melahirkan akan di rujuk di Kabupaten Poso.

“Hal ini guna menghambat penyebaran Covid -19 Terhadap pasien di RSUD Ampana dan seluruh pegawai Rumah Sakit, serta Seluruh Pegawai atau pasien yang punya kontak erat bersama bidan H yang terpapar Covid 19 Akan dilakukan pemeriksaan” Tambahnya.

dr. Niko meminta maaf, karena dengan adanya kejadian ini RSUD Ampana sedikit mengalami gangguan pelayanan.

“Saya juga turut menghimbau kepada Masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan selalu menjaga jarak agar tidak terkena Virus Covid-19” Tutupnya.

Untuk diketahui hari ini (19/09) Kabupaten Touna bertambah 2 kasus positif Covid-19 hasil Swab Test.

Adapun kedua pasien tersebut adalah Tn. S (31) bekerja sebagai wiraswasta dan Ny. H (29) berstatus sebagai bidan di RSUD Ampana, yang keduanya berstatus sebagai suami istri dan beralamat Dondo Ampana.

Adapun Kronologis seperti yang diterima oleh redaksi matarakyatindo.com dalam press release adalah :

Pada Tanggal 22-23 Agustus Ny H sudah merasakan adanya gangguan penciuman dan juga disusul ada sedikit gangguan kesehatan ringan pada suaminya S.

Selanjutnya pada 29 Agustus, Ny H dan suaminya pergi ke poso, sepulang dari Poso, Ny H masih sempat jaga malam di RSUD Ampana tepatnya tanggal 4 September.

“Tepatnya pada 5 September, Ny H dan suami melakukan rapid test di RS Ampana dgn hasil REAKTIF serta langsung melakukan isolasi mandiri di rumah” Ungkap dr. Niko melalui press releasenya kepada media.

Akhirnya pada tanggal 7 dan 8 September, Ny H dan suami diswab.

“Hasil Swab dikirim oleh Dinkes dan diterima Labkes Palu tgl 16 September dan hasilnya ada hari ini tgl 19 September keduanya swab positif.

“Akibat kejadian ini, sudah 72 org petugas RSUD Ampana dirapid, dan hasilnya 3org reaktif, yg akan ditindaklanjuti dgn karantina di BLK dan akan dilakukan Swab, semoga kasus tidak bertambah,dan protokol kesehatan lebih ketat dijalankan” Tutupnya

Reporter : Arfendy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here