Sejak Awal Januari Disdukcapil Parimo Menambah Tenaga Loket Pelayanan

0
225

Foto : Kadis Dukcapil Parimo Ir Lewis saat melakukan pembimbingan kepada petugas PTT (F-PDE/matarakyatindo.com)

PARIMO | matarakyatindo.com – Dinas Kependudukan & Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Parigi Moutong sejak tanggal 2 Januari 2020 telah merubah pola pelayanan pemohon sebagai pelayanan pendekatan bernuansa kekeluargaan.

Demikian pernyataan Kadis Dukcapil Ir Lewis di Kantornya saat disambangi wartawan matarakyatindo.com, Rabu (29/1/2020) pagi tadi.

Menurutnya, untuk memberikan nuansa pelayanan masyarakat sebagai pemohon yang menyenangkan, pihaknya melakukan tambahan tenaga loket pelayanan 10 orang terbagi Asisten Administrator data best (ADD) 1 orang, loket 6 orang, perekaman 3 orang.

“Inilah wajah tenaga loket yang direkrut secara terbuka melalui tes tertulis dan tes kecerdasan penggunaan komputer” kata Kadis Dukcapil.

Lewis menyatakan, perekrutan tenaga tambahan dilakukan sejak bulan Desember 2019 didasari atas kepentingan pelayanan yang sifatnya pendekatan kekeluargaan sebagai upaya merespon rasa jenuhnya pemohon saat menanti panggilan masuk kedalam ruangan.

“Saat dilakukan perekrutan bulan Desember 2019, jumlah pendaftar mencapai 75 orang dan yang lolos hanya 10 orang, termasuk yang diuji kembali adalah petugas operator lama untuk menentukan posisi jabatan.

“Mereka sebagai operator lama diuji kembali untuk persyaratan menentukan posisi jabatan” jelas Lewis.

Sebagai penunjang tugas pelayanan secara berkelanjutan, maka jumlah Pegawai Tidak Tetap (PTT) Disdukcapil saat ini sudah 75 orang termasuk petugas pelayanan yang berada di Tinombo.

Itupun saat ini terus dilakukan pendampingan bagi kesepuluh orang PTT tambahan sehingga hasil seleksi masih dilakukan penilaiannya karena untuk pendekatan tehnik komunikasi.

“Inilah yang perlu ditekankan agar supaya komunikasi verbal dengan pemohon supaya adem karena etika yang harus dimajukan” ujar Lewis.

Dia menambahkan, jika tehnik komunikasi bisa dipertahankan, niscaya yang dilayani akan terwujud sebagai pelayanan yang menyenangkan. Namun apabila tidak ditekankan sistim verbal dengan pemohon, yang terjadi adanya ketidak pemahaman antara pemohon dan petugas pelayanan.

Bahkan tidak semua pegawai yang direkrut akan diberikan User ID untuk buka aplikasi sambung Lewis. Mereka direkrut untuk dilepas secara mandiri dan dilakukan pendampingan oleh seniornya sementara secara berkala tanpa harus dibimbing secara maraton, tutup sang Kadis yang dekat dengan media. (##)

Reporter : Pde Husain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here