Siapa Dibalik Dugaan Keterlibatan Permintaan Cuan. Kajari Parimo Sebut Akan Bentuk Tim Pencari Fakta

0
189

PARIMO matarakyatindo.com Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parigi Moutong, Muhamat Fahrorozi, SH, MH geram dengan beredarnya rekaman permintaan cuan kepada seorang perempuan yang di ketahui adalah penyalur Banyuan pemerintah non tunai (BPNT) yang menggeerkan kejaksaan negeri parigi beberapa waktu lalu.

Kajari menyikapi beredarnya rekaman suara yang menyebut kepala seksi (Kasi) Intilijen, Agus jayanto atas dugaan permintaan cuan Rp 60 Juta melalui oknum kepercayaan jaksa kepada seorang perempuan.

Pada matarakyatindo.com saat di mintai keterangannya di kantor kejari parimo jumat, (05/08/2022), Fahrurozi mengaku baru mengetahui beredarnya rekaman itu. Akan tetapi pihaknya akan menindaklanjuti perkara ini dan mencari bukti-bukti kebenarannya. Ungkapnya.

“Ia, Fahrurozi akan menugaskan kepada beberapa kepala seksi dan jaksa fungsional untuk melakukan pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan (Pull Baket), seperti yang disebutkan dalam rekaman tersebut.

Menurutnya untuk mencari bukti kebenaran, saya akan bentuk tim yang di ketuai kasi pidum. Sementara itu iuntuk Kasi Intelnya, tidak kami libatkan karena dia yang dicatut namanya. Terang Kajari.

Dia juga sebelumnya telah meminta klarifikasi kepada kasi Intel atas beredarnya permintaan cuan yamg mencatut namanya tersebut, atas perkara itu dirinya telah melaporkan permasalahan ini ke Kejati Sulteng.

Secara terang terangnya ia telah mewawancarai kasi intel. Bahkan jawaban kasi Intel dia tidak pernah menyuruh orang untuk meminta-minta uang Jawab kasi intel. Dan saya menunggu petunjuk serta arahan dari kejati Sulteng. Terangnya.

Ditambahkannya, jika memang terbukti adanya indikasi terhadap penyalahgunaan wewenang apalagi ini institusi negara, dirinya akan memastikan baka melaporkan hal ini kepada kejati untuk dilakukan tindakan sesuai dengan aturan institut. Tambah Fahrurozi.

Terkait persoalan, yang menyangkut Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang menjadi sebab permintaan sejumlah uang kepada salah seorang penyalur (haji) dia mengaku pihak kejaksaan tidak pernah menangani perkara ini.

Sebenarnya perkara BPNT ini tidak ada di kami, apalagi memeriksa. “Tapi kalo untuk mencari informasi mungkin saja ada. Namun sepanjang untuk penanganan perkaranya belum ada di kami apalagi laporan temuan. Ucap dia.

Saat di tanyakan apakah pihak kejaksaan akan menempuh jalur hukum atas pencatutan nama kasi intel dalam perkara ini? “Pihaknya akan mengumpulkan data data untuk sementara dan yidak menuntut kemungkinan akan menempuh jalur hukum kepada oknum yang mengaku dirinya sebagai orang kepercayaan kejaksaan itu. Tuturnya.

Jika benar ada benar terbukti kami tidak segan-segan memproses ke jalur hukum siapa saja yang terlibat, Serta akan memanggil mereka untuk di mintai keterang atas perkara ini. Untuk memanggil kami memerlukan 3 hari. mudah-mudahan mereka datang. Serta bisa memberikan keterangan sebenarnya. Imbuh Kajari.

Sementara itu “Kasi Intel Agus jayanto menanggapi terkait dirinya yang disebut-sebut Bos dalam rekaman dugaan pemerasan atas permintaan sejumlah uang yang menerpa dirinya. Agus mengaku belum bisa menyampaikan hal tersebut.

Namun terkait rekaman yang beredar, dia tidak meyakini kebenaran rekaman itu atas perintahnya. Kalo untuk Tahu iya itu Kamal. Saat di mintai keterangan lebih lanjut, dia. “untuk komunikasi mungkin saya belum bisa jawab sekarang ya. Jawabnya.

Tunggu saja apa hasil dari pemerikasaan tim saja, karena mungkin tim yang akan turun, karena saya nanti posisinya akan menjadi calon terperiksa, saya akan diminta klarifikasi.

Untuk rekaman yang beredar bawah-bawah nama saya! Saya sendiri belum yakin bahwa itu benar, atau sudah sengaja di edit atau bagaimana dan saya belum bisa pastikan kebenarannya. Apapun keputusan akhirnya nanti itu semua kembali ke tim, pungkas Agus.

 

DENI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here