Soal Isu Rapid Test Massal di Donggala, Berikut Penjelasan Kadis Kesehatan

0
32

DONGGALA | matarakyatindo.com – Menanggapi soal isu terkait Rapid Test massal atau besar- besaran yang akan dilakukan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) oleh Dinas terkait ternyata hanya sebatas isu hoax alias tidak benar.

Demikian diungkapkan, Kadis Kesehatan, Dr. Muzzakir saat dikonfirmasi sejumlah wartawan diruang kerjanya, Kamis (4/6/2020) siang, disela-sela kesibukanya.

“Tidak ada itu Rapid Test di Kabupaten Donggala, itu hoax alias keliru. Yang benar pertama adalah pemeriksaan rapid test kepada seluruh ibu hamil seluruh Donggala, sebanyak 1.446 orang dan kedua seluruh Pelaku perjalanan dari zona merah,” bebernya.

Point ketiga ditambahkanya, seluruh Tenaga kesehatan yang melakukan kontak dengan masyarakat umum serta semua pedagang kaki lima (PKL) yang aktif saat melakukan transaksi jual beli di pasar tradisional maupun modern.

“Jadi keliru, bukan test massal, tidak akan terjadi, sebab kalau massal berarti seluruh masyarakat dari Donggala seluruh penjuru. Tetapi Test ini dilakukan kepada beberapa kriteria masyarakat saja,” ujarnya lagi.

Lebih jauh dijelaskanya, selain ibu hamil, tenaga kesehatan, dan PKL, Rapid Test juga bekerjasama dengan pelaku penegak hukum, Polres-Polres dan Kejaksaan, dalam hal ini narapidana Kepolisian dan narapidana yang dipindahkan ke tahanan negara.

“Kemudian untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) di Dinkes Donggala, sementara dipesan, Insya Allah bulan depan terealisasi, disinkronkan dengan pemeriksaan beberap kriteria masyarakat, sebab tidak mungkin lakukan Rapid tanpa pelindung,” cetusnya.

Dari database Dinkes Kabupaten Donggala, sebanyak 1.443 orang tenaga kesehatan akan dilibatkan dalam Rapid Test dan penanganan serta pencegahan virus Corona atau Covid-19.

“Himbauan dan harapanya, point pertama, masyarakat harus mendukung program pemerintah, terkait pemutusan mata rantai Covid 19, dengan cara melaporkan pelaku perjalanan ke gugus tugas kesehatan, serta ikut anjuran pemerintah, gunakan masker, jaga jarak (social distancing), cuci tangan, jaga perilaku hidup sehat dan hindari kerumunan, itu saja,” tutup dia.

Reporter : BIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here