Status SD Inpres Mepanga Belum ‘Kentara’…! Ini Tanggapan Kadis Dikbud

1
724

PARIMO | matarakyatindo.com – Sekolah disegel oleh orang yang mengaku pemilik lahan akhirnya menjadi buah bibir masyarakat seputaran Kecamatan Mepanga.

Warga sekitar mempertanyakan kejelasan status SD Inpres mepanga, utamanya para wali muridnya karena uang pangk anaknya yang telah disetor wali murid kini menjadi objek sengketa penggugat.

Bagaimana tidak, pasalnya hampir dua pekan nasib sekolah ini tak ada titik temu, baik pemda maupun pihak sekolah dengan penggugat.

Lantas apa kata Kadisdikbud Parimo ?menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Parigi Moutong, Adrudin Nur SPd MS.i, menjelaskan bahwa Camat Mepanga sudah mencoba memfasilitasi pihak Sekolah dengan penggugat.

Namun hasilnya masih belum ‘kentara’ sehingga dimungkinkan pekerjaan pembangunannya batal dilaksanakan, dan akan berpengaruh terhadap sekolah yang seharusnya sudah menerima bantuan rehabilitasi kelas, kata Adrudin pada Matarkayatindo.com via WhatsApp pribadinya.

Menurut petinggi Disdikbud ini, proses belajar mengajar yang terhenti selama tiga oekan sudah dilakukan koordinasi dengan Camat Mepanga selaku kepala wilayah.

Ini artinya agar Camat sebagai penguasa wilayahnya bisa berkoordinasi dengan pihak Polsek terkait penyegelan fasilitas umum milik pemerintah yang ada diwilayah kerjanya sehingga menjadi perhatian dan penanganan serius, sebab hal ini sama halnya menghalangi jalannya program pemerintahan, jelasnya.

“Jika belum ada titik temu, maka solusinya harus melaporkan secara resmi ke Polres Parimo, terkait penyegelan dan menghalangi jalannya proses pekerjaan pembangunan fasilitas pemerintah. Apalagi ini adalah sekolah yang perlu di perhatikan serius oleh pemerintah pusat. Sedangkan pihak sekolah telah memiliki bukti surat penyerahan dari pemilik lahan sebelumnya” Tegasnya.

Saat di tanya kejelasan status SDN Mepanga ? Adrudin mengatakan bahwa urusan pembangunan yang terancam batal, pasti yang rugi adalah masyarakat Mepanga. Tapi jika benar proyek tersebut tidak bisa dilaksanakan, sudah dipastikan bahwa sekolah tersebut tidak akan lagi mendapat bantuan, junurnya.

Semua bantuan pemerintah terkait pembangunan gedung sekolah semua sudah menggunakan titik koordinat. Ini artinya program itu tidak bisa lagi untuk dipindahkan.

“Saya sebenarnya menunggu reaksi dari masyarakat Mepanga yang peduli terhadap dunia pendidikan bagi anak-anak demi masa depan bangsa ini” tutupnya.

Reporter : Deni

Editor : P’De Husain

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here