Suami Melaut, Istri Hampir Diperkosa & Hampir Terbunuh, Polisi Langsung Bergerak

0
462

PARIMO – matarakyatindo.com – Kasus percobaan pemerkosaan dengan cara melakukan penganiayaan dengan kekerasan kepada seorang perempuan bersuami terjadi pada Selasa (8/10/2019) dini hari hingga menggegerkan warga desa Lebo Kecamatan Parigi.

Bagaimana tidak, seorang istri yang ditinggalkan suaminya bersama anaknya yang masih balita untuk mencari nafkah (melaut), tiba-tiba didatangi seorang laki-laki sebagai tetangga korban pada malam hari sekira pukul 03.45 wita dini hari.

Berdasarkan informasi, korban saat itu sedang tidur bersama anaknya. Tiba-tiba pelaku inisial H (27) ber-KTP Gorontalo yang dianggap sebagai sahabat suami korban menyelinap lewat pintu dapur yang tidak terkunci.

“Pelaku masuk pintu belakang lalu memegang sebuah pisau dapur langsung memeluk korban kemudian memaksa melucuti pakaian korban dengan mengancam akan membunuhnya kalau tidak meladeni nafsu birahinya. Untung korban melawan dan berteriak namun mengalami luka tusukan diperut bagian kanannya hingga mengeluarkan darah” ujar Ramli kepada matarakyatindo.com siang ini.

Ramli katakan, untung korban berteriak sehingga mengundang warga sekitar untuk membantu menangkap pelaku lalu diserahkan kepihak kepolisian Sektor Parigi untuk diperiksa, tuturnya.

Kapolres Parimo melalui Kapolsek Parigi Iptu Gede Pasek Wikaya membenarkan adanya penangkapan oknum pelaku percobaan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap korban inisial N (20) warga desa Lebo Kecamatan Parigi pada Selasa (8/10/2019) dini hari sekitar pukul 04.00 Wita berdasarkan laporan masyarakat.

“Pelakunya inisial H (27) sudah kami amankan untuk dimintai keterangannya” kata Kapolsek.

Kepada media ini, Gusti Putu Hadriyanto SH selaku Kanit Reskrim Polsek Parigi menyebutkan, pelaku ditangkap di desa Lebo setelah laporan masyarakat pada jam 05.00 pagi. Pelakunya ber-KTP Gorontalo yang tinggal di desa Toboli Induk Kecamatan Parigi Utara. Sedangkan korban inisial N (20) warga Lebo.

Adapun kronologisnya yaitu, pelaku H (27) pada malam naas itu masuk melalui pintu dapur dalam keadaan tidak terkunci. Pelaku mengetahui jika suami korban pergi melaut sehingga dengan leluasa pelaku membuka pintu kamar yang tidak terkunci.

“Melihat korban tertidur pulas menggunakan sarung dan celana pendek warnah pink, pelaku berupaya memeluk korban sembari mengancamnya dengan pisau dapur dan diperintah untuk membuka pakaian korban” urainya.

Korbanpun malam naas itu tidak tinggal diam, lalu dengan upaya kerasnya korban melakukan perlawanan sembari berteriak minta tolong kepada tetangga. Namun teriakannya justru dihadiahi tikaman pelaku karena pelaku panik (ketakutan).

“Tikaman pelaku H (27) kepada korban N (20) mengena perut sebelah kanan hingga mengeluarkan darah segar. Beruntung kerabat tetangga korban secara spontan mengejar pelaku yang sudah bersembunyi” urainya berdasarkan hasil pemeriksaan pelaku yang ditetapkan tersangka.

Pelaku akhirnya diamankan di Polsek berdasarkan laporan masyarakat bersama barang bukti (BB) pisau dan tali yang rencananya akan dipakai pelaku untuk mengikat korban.

“Dikenakan pasal 285 KUHP jo pasal 53 KUHP dan pasal 351 ayat 1 KUHP ancaman 4 tahun kurungan paling lama 12 tahun sesuai perbuatannya” ungkap Gusti.

Reporter : Sumardin || Pde

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here