Tagana Masuk Sekolah Berikan Edukasi di Sepuluh Titik Sekolah Dasar di Parimo

0
135
Wartawan : Sumardin (Pde) / Deni

PARIMO | matarakyatindo.com – Program Tagana Masuk Sekolah (TMS) oleh Pemda Parimo melalui Dinas Sosial Kabupaten menjadi salah satu upaya pemerintah melalui Kementerian Sosial untuk menyiapkan generasi yang sadar dan siap siaga terhadap bencana sejak dini.

Hal ini dilakukan untuk memberikan pembelajaran kepada para siswa yang berada di sepuluh titik di kabupaten Parigi Moutong bertujuan untuk mengurangi atau meminimalisir risiko bencana serta membantu meningkatkan kesadaran para siswa agar lebih sigap dan tanggap terhadap ancaman bencana.

“Program Tagana Masuk Sekolah merupakan program Kementerian Sosial yang sudah dilaksanakan di seluruh provinsi,” kata Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Ariesto MAp kepada matarakyatindo.com, Selasa (17/11/2020).

Menurutnya, Program yang dimulai di Pandeglang Banten pada awal 2019 tersebut mulai menjadi gerakan nasional untuk menyiapkan dan meningkatkan kesadaran terhadap ancaman bencana.

“Para Taruna Siaga Bencana (Tagana) masuk ke sekolah-sekolah dan mengajarkan berbagai materi pengetahuan terkait bencana” urainya.

Materi yang diberikan beragam dengan materi dasar upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Logistik dan Shelter.

Target dari program tersebut, kata Aristo adalah peserta yang merupakan pelajar mempunyai pengetahuan tentang bencana, potensi dan upaya pengurangan risiko bencana pada tingkatan yang paling sederhana sehingga mereka mampu menyelamatkan diri sendiri dan evakuasi sederhana bila terjadi bencana.

Selain pemberian pengetahuan tentang bencana kepada para siswa, masyarakat juga harus siap dalam menghadapi bencana. Pasalnya, wilayah potensi gempa di Sulawesi Tengah, terutama Kabupaten Parigi Moutong sudah pernah dialami.

“Wilayah Sulawesi Tengah dilewati oleh jalur cincin api sehingga ada daerah-daerah yang rawan terhadap gempa, rawan banjir, rawan longsor, ada daerah juga yang rawan terhadap tsunami, dan bencana-bencana yang lainnya. Tidak ada yang tahu kapan bencana datang, namun dengan pengetahuan mitigasi bencana diharapkan dapat membangun masyarakat tanggap bencana. Salah satu edukasinya melalui Tagana Masuk Sekolah ini,” ujar Ariesto.

Terlepas dari hal tersebut, sambung Aristo bahwa adanya pelatihan mitigasi bencana membuat beberapa Sekolah yang dimasuki program Tagana Masuk Sekolah, semoga menjadi salah satu sekolah percontohan yang dinilai sudah cukup baik dalam penanganan bencana, pungkasnya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here