Tagih Janji, Korban Bencana Bersatu Sambangi Kantor Dinsos Provinsi

0
187

PALU || matarakyatindo.com – Sekitar Puluhan Masyarakat penyintas Bencana Pasigala yang menamakan diri Aliansi Korban Bencana Bersatu menggelar demonstrasi kali keduanya didepan Kantor Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (17/12/2019) kemarin.

Unjuk rasa itu digelar guna menindaklanjuti hasil Aksi 10 Desember 2019 pekan lalu. Pasalnya saat itu Kepala Dinas (Kadis) Sosial Sulteng berjanji akan segera mengundang penyintas untuk penyesuaian data penerima bantuan, namun sampai saat ini belum dipenuhi.

Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh penyintas dalam menuntut pemenuham hak-hak dasarnya namun tak kunjung mendapat respon yang baik dari pemerintah.

Dari proses dialog dan langkah administrasi yang ditempuh oleh penyintas tetapi belum membuahkan hasil sesuai harapan para korban bencana.

Koordinator Lapangan dan Aksi Fredy mengungkapkan, kedatangan penyintas tersebut menagih janji kepala Dinas Sosial Sulteng yang pernah menyebut bahwa urusan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dan sumbangan duka merupakan tugas dan tanggungjawabnya.

Selain itu, mereka meminta keterangan real terkait data penerima bantuan yang dimiliki oleh Dinas Sosial Provinsi Sulteng.

Amir mengatakan alasan atas permintaan data itu berangkat dari laporan Gubernur Sulteng yang menyebut realisasi pemberian bantuan di Kabupaten Sigi sudah di tahap III, sementara fakta dilapangan belum ada warga korban bencana yang menerima bantuan dimaksud.

Amir menuturkan dalam laporan Gubernur itu disebut bahwa rincian penerima bantuan yang sudah diserahkan pada tahap II berkisar 40 ribu jiwa dan tahap III berkisar 7 ribu jiwa.

” Berdasarkan laporan Gubernur dana bantuan korban telah tersalurkan sampai tahap tiga yang tersealisasi di Kabupaten Sigi. Karena kami warga korban bencana di Sigi tidak pernah mendengar ada sosialisasi dan tidak pernah mendengar ada masyarakat yang menerima bantuan tahap dua maupun tiga. Karena saya sudah tanya dibeberapa teman-teman di Kecamatan mereka menjawab belum pernah mendengar bantuan tahap II dan tahap III,” ungkap Amir.

Kesempatan itu, masa aksi menyerahkan data sebanyak 223 Kepala Keluarga (KK) warga layak menerima bantuan. Data yang diserahkan diterima langsung oleh kepala Dinas Sosial Provinsi Sulteng.

Sementara itu, Kadis Sosial Provinsi Sulteng Drs. H. Ridwan Mumu, M.Si hadir menemui aksi mengatakan berkaitan kebencanaan, terdapat tiga tugas Dinas Sosial harus dilakukan, pertama mengkoordinir dan menyalurkan barang logistik saat masa tanggap darurat dan masa transisi.

Kedua, membantu tim Kabupaten/Kota yang telah dibentuk untuk mendata korban bencana meninggal dunia. Ketiga, membantu dan memfasilitasi tim yang dibentuk untuk mendata penerima Jadup.

”Apabila ada data yang mereka serahkan dan sudah ditandatangani oleh Bupati atau Walikota, saya akan berikan rekomendasi untuk membawah ke Kementerian, ” ujar Ridwan sapaan karibnya.

Menurut Kadis validitasi data penerima bantuan merupakan tanggungjawab pemerintah dimasing-masing Kabupaten/Kota. Kewenangan dinsos hanya menerima dan merekomendasikan data yang diserahkan pemerintah daerah berdasarkan SK Bupati atau Walikota.

“Seharusnya kalau menuntut data valid, itu kewenagang Kabupaten atau Kota. Kami hanya merekomendasi data berdasarkan SK Bupati atau Walikota,” katanya lagi.

Kata Kadis untuk besaran data yang tersedia di Badan Bencana melalui dana hiba luar Negeri dan diserahkan Kemensos berkisar 43 Miliar yang diberikan kepada seluruh pengungsi di wilayah Pasigala dengan perkiraan jumlah sekitar 72 ribu jiwa penyintas.

Reporter : BIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here