Tambang Emas Ilegal Buranga Resmi ‘Dikunci’ Aktifitasnya Oleh Pemda Parimo

0
255

Foto : Rapat bersama Forkopimda terkait penutupan tambang ilegal di ruang rapat Ketua DPRD Parimo (F-ist)

PARIMO | matarakyatindo.com – Setelah menelan korban di lokasi tambang emas ilegal desa Buranga Kecamatan Ampibabo Parigi Moutong sepekan lalu, akhirnya Pemerintah daerah setempat ‘mengunci’ segala aktifitasnya terhitung mulai Senin (1/3/2021).

Segala aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Parimo Sulawesi Tengah yang belum memiliki dokumen izin pertambangan sudah tidak di perbolehkan lagi sebagaimana hasil rapat pembahasan tambang ilegal melalui kesepakatan dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Melalui rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang berlangsung di ruang rapat Ketua DPRD Parimo telah bersepakat bahwa seluruh kegiatan tambang emas tanpa izin di daerah ini ditutup (dikunci),” ujar Wabup H Badrun Nggai SE kepada sejumlah wartawan, Senin (1/3/2021).

Menurut Wakil Bupati, untuk aktivitas penambangan emas tanpa izin terindikasi melanggar aturan perundang-undangan pertambangan.

Dengan demikian sesuai keputusan bersama, tidak ada kata lain selain menghentikan dan menutup segala bentuk kegiatannya.
Hasil rapat ini akan diserahkan kepada Gubernur Sulawesi Tengah sebagai bahan laporan.

“Seluruh aktifitas tambang ilegal ditutup berlaku mulai hari Senin (1/3/2021) di bawah pengawasan TNI/Polri sebagai pihak penegak hukum. Dan sebagai pemberitahuan akan dilayangkan surat kepada pemerintah Kecamatan dan pemerintah desa sebagai keterlibatan pengawasan di wilayah masing-masing dari kegiatan oertambangan ,” kata Badrun.

Senada, Ketua DPRD Parimo Sayutin Budianto mengakui bahwa tambang Buranga yang telah memakan korban murni sebagai tambang ilegal sebagaimana instruksi Presiden momor 3 tahun 2020.

Hal itu juga menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan sesuai aturan Perundang-undangan, sebagaimana kesepakatan bersama dalam forum tersebut, ujar Suyutin.

Apa kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) provinsi Sulawesi Tangah terkait pengusulan penutupan tambang ilegal yang sudah menelan korban di Buranga ?

Menurut Abd. Haris Kariming MSi, rapat yang diprakarsai pemerintah daerah Parimo yang di hadiri oleh tim Forkopimda terkait tambang ilegal telah ‘dikunci’. Ini artinya segala bentuk kegiatan yang tidak mengantongi izin pertambangan dianggap ilegal setelah terjadi longsor di lokasi pertambangan emas di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, sekaligus akan melakukan kajian secara ilmiah geologi.

“Kegiatan tersebut sudah jelas melanggar Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (Minerba) yang sifatnya ilegal. Dengan demikian seluruh kegiatan yang ada di lokasi pertambangan namun tidak memiliki dokumen izin sesuai peraturan berlaku, maka harus diturup,” urai Haris.

Mantan Kabag Humas Parimo menambahkan, dari data yang dimiliki Dinas ESDM Sulteng melansir tercatat tiga titik kegiatan pertambangan emas tanpa izin dengan lokasi berbeda yakni Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat dan Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo.

“Tambang emas di Parigi Moutong berstatus legal hanya dua perusahaan tambang yaitu PT Trio Kencana dan PT Kemilau Nusantara Khatulistiwa (KNK),” tambah putra kelahiran Parigi ini. (**)

Penulis : Sumardin (Pde)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here