Terkait Atribut PBAK IAIN, Bem, Senat dan Ketua Panitia : Tidak Tau Apa-Apa, Lantas Atribut PBAK Usulan Siapa ??

0
1420

Gorontalo, Limboto – matarakyatindo.com PBAK atau Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiawa atau yang umumnya dikenal dengan Ospek atau tradisi tahunan diperguruan tinggi ketika penerimaan mahasiswa baru.

Kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo pada hari senin hingga selasa 20 Agustus 2019 melaksanakan PraPBAK, namun masih pada tahap Pra Sudah banyak mahasiswa baru yang mengeluh.

Mereka mengeluh dengan panitia PBAK yang memerintahkan mereka harus membeli atribut yang harganya sudah melebihi batas kewajaran dan apabila tidak membeli atribut PBAK maka sertifikat mereka tidak akan diberikan.

Hal ini disampaikan oleh sala satu calon mahasiswa baru yang tidak ingin diberitakan namanya.

“Kami sangat merasa terbebani ka, dengan panitia PBAK karena kami diperintahkan harus membeli atribut yang berlabel PBAK dan apabilia tidak memiliki atribut itu sertifikat kami tidak akan diberikan” Ungkapnya

“Baru juga torng sudah cek itu harga so tidak sesuai sup” Tambah calon mahasiswa baru itu.

Sementara itu baik ketua panitia, ketua Bem dan ketua Senat ketika dikonfirmasi mengatakan tidak mengetahui hal tersebut.

“Saya tidak tau soal atribut itu”  ungkap Ketua panitia Yayan Sapali

“Itu urusan panitia” Ujar Ketua BEM (Agung R. Datau

“Saya hanya panitia pemantau jadi tidak tau soal atribut” Tutur ketua Senat Bambang Hermanto

Sementara itu Jufri selaku salah satu aktivis Tulen di Kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo ketika dimintakan tangapanya, dirinya menyebutkan Jika ketua BEM, Senat dan Panitia tidak mengetahui persoalan atribut, lantas pengadaan tersebut Usulan siapa ?

“Artinya kalau ketua BEM, Senat dan Ketua panitia tidak tau persoalan atribut, kira-kira siapa yang mengusulkan pengadaan itu ?” Ujar Jufri dengan nada bicaranya yang agak keras.

“Tetapi bagi saya tidak penting siapa yang memerintahkan hal tersebut, tugas saya hanya mengawal adik-adik saya yang berasal dari sulawesi tengah khususnya Kab. Parigi Moutong” Tutup Jufri.

Dihubungi terpisah, Wakil Rektor 3 IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Mujahid Damopoli’i, M,Pd. Mengaku kaget dan belum mengetahui informasi tersebut.

“Tidak ada aturannya bahwa Sertifikat Ospek tidak di berikan gara-gara Maba (Mahasiswa Baru) tidak mampu membeli atribut PBAK, saya kaget saja, kok bisa-bisanya panitia keluarkan aturan seperti itu, nanti kita kroscek dulu di lapangan” Ujar Dr. Mujahid Damopoli’i, M,Pd.

Penerbit : Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here