Terkait Penembakan Muslim Di Silandia Baru, Mahasiswa Gorontalo Kecam Pemerintah

0
299

Gorontalo – matarakyatindo.com Aksi Gabungan Organisasi Ekstra Kampus melakukan unjuk rasa terkait penembakan warga muslim yanga ada di negara selandia baru didepan kampus UNG Senin, 18 Maret 2019.

Aksi yang terdiri dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat UNG dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat UNG tersebut menyampaikan beberapa tuntutan yang diantaranya:
1. Menuntut keras pemerintah Selandia Baru, agar bisa memberikan sanksi kepada pelaku dengan seberat-beratnya,

2. Menuntut keras pemerintah New Zealand agar dapat menjamin setiap warga negara yang beragama, untuk menjaga kestabilan antara umat manusia,

3. Menuntut pemerintah Indonesia agar segera angkat bicara, terlebih Presiden Republik Indonesia, karena sampai saat ini belum ada video pengecaman yang resmi dibuat oleh bapak Presiden Republik Indonesia,

4. Menghimbau kepada seluruh ummat beragama agar dapat saling menjaga satu sama lain, dan tidak terprovokasi dengan tindakan-tindakan oknum tersebut. Serta mengajak seluruh ummat Islam agar dapat mengirimkan do’a yang tulus kepada Korban dari tindak teror di Mesjid An-Nur.

“Kami mengecam tindakan terorisme yang terjadi di New zealand dan mendesak pemerintah indonesia agar segera mengangkat bicara karena hingga detik ini pemerintah indonesia terlebih khusus presiden RI belum mengeluarkan video statement pengecaman terkait tindakan teroris yang terjadi sementra yang terjadi disana ada rakyat indonesia kurang lebih 2 orang”. Ucap Sandi Safrudin Nina selaku Korlap dengan Nada keras.

Sandipun menambahkan bahwa sikap yang dilakukan oleh Kominfo terkait larangan penyebaran video penembakan tersebut justru menimbulkan pertanyaan besar dan dianggap terbalik dengan tindakan teroris yang terjadi dibeberapa negara islam lainnya.

“Kami memilih kontra ketika ada yang mengatakan penyebaran video itu tidak perlu dan jika penyebaran itu tidak perlu maka Palestina, Myanmar, Rohingia, Syiria dan semua negara-negara islam yang dijajah tidak akan kita ketahui kalau mereka ditindak teroris”.

Lebih lanjut sandi mengatakan bahwa apa yang terjadi di Selandia Baru sesungguhnya sama seperti apa yang ada di film-film atau video yang kita tonton selama ini.

“Kami mengacam hal itu, harus dipublish. Sementata dengan adanya UU ITE yang akan digunakan untuk menjerat orang-orang yang mempublish video tersebut sebenarnya subtansinya sama dengan film dan video yang ditampilkan dibioskop dengan yang kemarin”. Pungkasnya.

Pelarangan untuk mempublish video terkait penembakan tersebut agar tidak membuat ketakutan juga dianggap terbalik, sebab dengan adanya kejadian tersebut umat islam semakin berani.

“Justru hari ini kami umat muslim tidak takut sama sekali karena kami dibunuh di Palestina, Budhis membunuh kami di Myanmar, semua membunuh kami tapi kami yang dituduh teroris dan kami tekankan bahwa teroris itu tidak berlandaskan agama tetapi oknum”. Tutup Sandi

Dalam aksinya juga mahasiswa turut melakukan peragaan seperti penembakan yang terjadi di Selandia Baru dan menutup kegiatannya dengan menggelar do’a bersama.

Reporter : Hamdi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here