Terkait Pungli Kenaikan Pangkat, Kadisdikbud Sulteng Keluarkan Surat Edaran

0
561

Foto : Kadisdikbud provinsi Drs Irwan Lahance saat memberikan keterangan pers kepada awak media (F-BAIM)

Reporter : BIM / Editor : Pde Husain

PALU | matarakyatindo.com -Terkait pemberitaan sejumlah media massa, baik cetak maupun online tentang dugaan adanya pungutan liar kepengurusan pangkat guru dan selisih gaji berkala kenaikan pangkat di Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Kadis Dikbud provinsi angkat bicara.

Menurut Drs. Irwan Lahance (Kadisdikbud), dalam hal mencari solusi dugaan dimaksud, kini dirinya selaku pimpinan mengeluarkan surat edaran yang menegaskan akan menelusuri dan menindak tegas pelakunya tanpa pandang bulu.

Irwan Lahace memberikan Lima poin dalam ketegasannya sebagai pimpinan diantaranya bahwa pihaknya tidak pernah memerintahkan permintaan uang dan atau barang/benda lain sebagai imbalan untuk pengurusan proses kenaikan pangkat atau kenaikan gaji berkala serta administrasi kepegawaian lainnya.

Inilah yang menjadi ‘batu sandungan’ sehingga seluruh staf Dinas Pendidikan dan kebudayaan Sulawesi Tengah (Disdikbud) dilarang memberikan atau menyerahkan uang atau berupa benda lain kepada pengelola di lingkup Disdik Sulteng.

Jika ada oknum staf dinas terbukti menerima uang akan diberikan sanksi tegas. Yang terakhir adalah himbauan agar para guru yang hendak mengurus kenaikan pangkat dan gaji berkalanya sebaiknya mengikuti mekanisme dan aturan yang ada.

Surat yang tidandatangani langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace tertanggal 16 Januari 2020 itu sendiri juga dimaksudkan untuk menghindari adanya kesan jika pungutan liar yang selama ini disinyalir terjadi di Dinas itu ikut melibatkan kepala dinas di dalamnya.

Dugaan pungutan liar diduga dilakukan oleh 2 orang, salah satunya diduga berinisial NH.

“Kalau soal gaji berkala, telusuri saja ke NH karena dia yang mengurus usulannya ke kantor gubernur, sampai sekarang gaji-gaji berkala guru-guru itu tidak jelas bagaimana nasibnya,” ungkapnya kepada awak media.

Saat dikonfirmasi diruang kerjanya Kamis (21/01/2020) NH kelihatan gugup dan pucat. Dirinya juga enggan memberikan komentarnya. Demikian pula saat kembali dikonfirmasi lewat aplikasi WhatsAppnya, pesan singkat yang dikirim kepadanya tidak dibalasnya.(##)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here