Terkait ‘SE’ Pelarangan Mudik Lebaran, Anleg Pohuwato Gorontalo Kunker di Parimo

0
76

PARIMO | matarakyatindo.com – Rombongan Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato provinsi Gorontalo di pimpin Wakil Ketua Satu Drs Idris Kadji , Kamis (29/4/2021) melakukan kunjungan kerja di Parimo dalam rangka silaturahim antar daerah di perbatasan wilayah Sulawesi.

Sumber resmi Humas Pemda Parimo merilis, pertemuan singkat tersebut tak lain membahas adanya surat edaran dari satuan tugas covid-19, Mempan RB dan peraturan menteri perhubungan tentang arus pengendalian Mudik 2021.

Nampak hadir dari Pemkab Parimo adalah Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia ( SDM) Pengembang Kawasan dan Wilayah, Kadis perhubungan Parigi Moutong H. Arman Maulana MSi bersama Sekdis Perhubungan Ismet MSi, Kadis pemuda Olahraga dan Pariwisata, Kasatpol-PP bertempat diruang pertemuan Kantor Dinas Perhubungan.

Selaku pemerintah Kabupaten Parimo, Mawardin MSi sebagai Staf Ahli Bidang SDM menyatakan terima kasih atas kunjungan berharga antara kedua daerah yang berada di satu pulau Sulawesi.

“Hal ini memang penting dilakukan pembicaraan terkait adanya surat edaran pelarangan mudik oleh satuan tugas covid, Menpan RB dan Menteri Perhubungan mulai pada tanggal 6 Mei sampai dengan 17 Mei 2021” urainya.

Hasil pertemuan inipun kata Mawardin merupakan sebuah kesepakatan ataupun berupa usulan, dan nanti akan menjadi laporan kepada Bupati Parigi Moutong dan dilaporkan hingga ke Gubernur Sulawesi Tengah.

Sementara, Wakil ketua 1 DPRD Pohuwato Drs Idris Kadji  berterima kasih kepada pemerintah kabupaten Parigi Moutong yang sudah menyambung tali asih antara daerah bertetangga yaitu Gorontalo РSulteng.

“Terkait surat edaran, kami selaku wakil rakyat meminta kebijakan kepada pemerintah Sulawesi Tengah diperbatasan Parimo – Pohuwato untuk memberikan kelonggaran kepada anak-anak ketika melakukan pelintasan Kecamatan Popayato – Kecamatan Moutong” terangnya.

Permintaan wakil rakyat Pohuwato berharap kiranya diberikan kelonggaran keoada para pelaku petani, khusus yang berada di perbatasan kecamatan Moutong dan kecamatan popayato.

“Harapan agar perlintasan cukup memperlihatkan surat keterangan atau dengan menunjukan KTP untuk melakukan aktivitas, sekaligus bagi pelintas yang menjenguk orang sakit duka dan hal-hal emergency lain” kata Idris Kadji.

Sumber : HUMAS PEMDA / Editor : Pde

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here