Terkait TKA Ilegal di PLTU Gorut, Ini Jawaban Kades Tanjung Karang !!

0
762

Gorontalo, Matarakyatindo.com isu tentang adanya Tenaga Kerja Asing (TKA) Cina yang bekerja di perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU) Gorontalo Utara (Gorut), bukan hanya isapan jempol semata.

Bukan hanya itu, Halid Tuna, Selaku Kepala Desa Tanjung Karang, Kecamatan Tomilito, juga mengatakan bahwa keberadaan TKA ini, tidak memiliki Kartu Izin Tinggal alias ilegal.

“Kebanyakan dari mereka yang tidak punya Pasport. Saat diperiksa, banyak yang lari karena identitas mereka tidak jelas”, ucap Halid saat ditemui wartawan, Sabtu, 6/7/2019.

Halid juga membenarkan terkait adanya pengurangan jumlah Tenaga Kerja Lokal (TKL) oleh PLTU.

“ia memang benar, bukan dikeluarkan akan tetapi dikurangi karena proyek PLTU sekarang, informasinya katanya sudah harus memerlukan tenaga teknis yang sesuai keahlian”, jelasnya.

Kades ini juga menyampaikan bahwa pekerja yang berasal dari tanjung karang belum ada yang dikeluarkan, melainkan hanya pekerja yang berasal dari desa lain.

“Kalau di Desa Tanjung Karang sendiri belum ada yang dikeluarkan, kebanyakan yang dikeluarkan itu dari luar desa tanjung karang atau dikurangi satu persatu”, pungkasnya.

Disamping itu, Halid juga mengungkapkan adanya ketidakjelasan perjanjian antara Pemerintah Daerah dengan pihak perusahaan yang mengakibatkan, banyaknya pekerja dari Pulau Jawa dan Kalimantan.

“Para pekerja lokal kebanyakan orang Jawa. Mereka pekerja dari kontraktor-kontraktor yang dibawa oleh pihak perusahaan, kurang lebih ada enam kontraktor”, ungkapnya.

Selanjutnya, Halid juga menyayangkan sikap dari perusahaan yang kadang tidak membayarkan upah dari pekerja lokal di desanya, padahal kontribusi yang diberikan untuk desa secara langsung, terlalu kecil bahkan tidak ada.

“Para pekerja lokal sering melakukan aksi unjuk rasa kepada saya, bila gaji mereka tak kunjung diterima, akhirnya saya yang memediasi. jelas nanti sudah bermasalah baru pihak perusahaan datang ke saya,” tutup Kades.

Reporter : Hamdi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here