Terkesan Ada ‘Sentimen Pribadi’ Demo Turunkan Sekdes Kayu Jati Mendapat Sanggahan…! Begini Press Rilisnya

0
725

PARIMO | matarakyatindo.com – Aksi Demo oleh sekelompok warga desa Kayu Jati yang menginginkan agar jabatan Sekdes ‘diberhentikan’ akhirnya mengirim sanggahannya melalui press rilisnya di Redaksi.

Menurut Nasar Pakaya SPd (Sekdes) Kayu Jati Kecamatan Ongka Malino menyatakan bahwa demo warga itu terkesan ada sentimen pribadi. Sedangkan pendemo yang datang itu hanya 18 orang saja.

Sekdes mengakui adanya pemberitaan sepihak yang diberitakan oleh salah satu wartawan media matarakyatindo.com beberapa waktu lalu. Berita tersebut terkesan ada sentimen peribadi,

“Menurut saya pemberitaan itu terkesan berpihak dan tidak profesional, mengapa demikian, karena sudah jelas bahwa wartawannya kemarin waktu dikegiatan demo ketemu saya, kenapa dia tidak minta klarifikasi dari saya ?? Padahal Pimpred dan pimpinan umumnya pernah jadi pimpinan saya dimedia tersebut, dan meminta saya ketika mau menulis berita harus mengkonfirmasi yang diberitakan” Ungkap Nasar.

Berkaitan denga tuntutan oknum masyarakat yang berjumlah kurang lebih 18 orang pada saat demo itu menurut Nasar tidak berdasar.

“Yang dituntut soal BUMDes, BUMDes itu ada ketuanya sendiri Atas Nama Habri S Koseke. SP. kalau diangap BUMDes bermasalah dan tidak transparan silahkan tanya sama ketuanya, bukan sama saya.. berkaitan dengan persoalan BLT yang dipermasalahkan itu semua sudah jelas, tidak ada intervensi Sekdes didalamnya dan semua masyarakat sudah menerima hak mereka silak cek dilapangan. berkaitan dengan papan motto yang dipermasalahkan oleh masa aksi menurut saya semua sudah sesuai dan tidak ada yang perlu dipersoalkan” ujar Nasar.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Kayu Jati Suriyono mengatakan bahwa selama Bapak Anwar Ali menjadi Kades dan Bapak Nasar Pakaya menjadi Sekdes banyak perubahan yang terjadi didesa Kayu Jati

“Bagi kami Kades Anwar Ali dan Sekdes Nasar Pakaya sudah sangat baik kinerjanya meski baru beberapa bulan, contoh misalnya soal bantuan, dulu sebelum Anwar Ali dan Nasar Pakaya masyarakat hanya menerima Seng To’ sebanyak 35 lembar” kata Suriyono.

Alhamdulillah sekarang masyarakat sudah bisa menerima seng 50 lembar, kayu 1 kubik, paku 5kg dan Ongkos tukang 500,000..dan tidak hanya itu’, dulu sebelumnya para mahasiswa yang kuliah diluar daerah tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah desa tetapi setelah pak Anwar Ali dan Nasar Pakaya menjabat mereka para mahasiswa asal Kayu Jati yang kuliah diluar daerah di berikan bantuan beasiswa” Ungkap Suriyono sala satu tokoh masyarakat desa Kayu Jati.

Senada yang disampikan oleh Muhdar salah satu pemuda Desa Kayu Jati bahwa “Nasar Pakaya adalah sosok sekdes yang patut untuk dicontoh karena transparan dengan semua dokumen dan administrasi desa, tidak seperti yang dulu-dulu terkesan tertutup dan tidak transparan bahkan pada tahun 2018 ketika saudara Moh Luber menjabat sekdes, Desa Kayu Jati dirugikan ratusan juta bahkan kasusnya sekarang sedang ditangani Tipikor Polres dan bendaharanya menjadi DPO Polres” ungkap Muhdar.

“Dan juga yang menjadi korlap (Sugiarto) dan wakorlap (Moh Luber) di demo kemarin sama-sama orang yang kalah bertarung dalam pilkades bersama pak anwar Ali tahun lalu” Tutup Nasar.

Berkaitan dengan Press rilis ini, salah satu wartawan media ini saat demo berlangsung memang berada di TKP. Intinya bahwa dalam penulisan berita itu tetap dilakukan perimbangan karena Nara sumber sudah jelas, yaitu Kades Kayu Jati, Camat Ongka Malino dan penanggung jawab demo.

“Berita itu naik karena kejadian nyata…! Jadi bila tuduhan karena terkesan ada sentimen pribadi kami rasa keliru…! Apa yang diberitakan tidak ada yang hoax, semua sesuai ekspetasi penulisan yang terupdate”

Wartawan Senior : Drs Sumardin Husain SH (PDE) / TIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here