Tidak Transparan, LBH Parimo Mengecam Bawaslu Parimo “Kangkangi Aturan”

0
312

PARIMO || matarakyatindo.com – Lembaga bantuan hukum (LBH) Parigi Moutong belum lama ini menerima beberapa laporan masyarakat terkait dugaan ketidak transparansinya proses perekrutan Panwascam.

Hal inilah sehingga menjadi kecurigaan karena diduga mengangkangi aturan yang dilakukaan oleh Bawaslu. Demikian pernyataan konsultan praktisi Hukum LBH Parimo, Hasbar kepada sejumlah media, Minggu (22/12/2019).

Dirinya mendapatkan sejumlah informasi dan menerima mandat sebagai kuasa hukum dari peserta yang merasa tidak puas dengan hasil perekrutan Panwascam Belum lama ini.

“Kami melakukan penelusuran dan investigasi terkait informasi tersebut, ada dugaan penyimpangan didalamnya. Itu dari daerah Moutong hingga Parigi kami temukankan beberapa “dugaan pelanggaran” urair Hasbar.

Di akuinya, dari hasil penelusuran yang dilakukan, pihaknya menemukan terindikasi ada oknum pengurus Bumdes di Desa Taopa Utara, juga pengurus TPID Kecamatan yang berafiliasi dengan calon Bupati perhelatan Pilkada sebelumnya, dan diloloskan sebagai Panwascam tahun ini.

“Kala itu saya masih PPK Bolano, dia menjadi salah satu saksi salah satu kandidat pada pilkada 2017 lalu. Saat itu saya pimpin Pleno dan saya tau betul banyak saksi yang mengetahuinya” terang Hasbi.

Jika ditelusur temuan yang berhubungan dengan ketidak transparansinya sistim rekrut calon Panwascam, tentu masih banyak temuannya.

Buktinya, saat dilakukan konfirmasi ke pihak Kecamatan Sidoan, telah diakui Sekcam bahwa memang benar salah satu kepala seksi di PMD melakukan hal yang mengangkangi aturan.

Sementara temuan di Kecamatan Toribulu ternyata ada yang masih menjabat sebagai Sekdes aktif desa Pinotu lolos dalam seleksi.

“Ketika dilakukan konfirmasi lewat telepon, jawabannya bahwa beliau masih aktif sampai hari ini dan Kades siap dikonfrimasi,” jelasnya.

Hasbar menambahkan, dari serentetan temuan janggal ini juga tercatat kepada Panwascam dengan status sebagai honorer di Kecamatan Siniu serta pada Dinas Kominfo, dan ada juga yang diduga dari tenaga honorer.

ami dapatkan informasi seperti itu dan masih terus kami kumpulkan bukti lainnya yang bisa dipertanggungjawabkan, hal ini baru diduga, kami tidak bermaksud untuk menjastifikasi Bawaslu sendiri kami berharap ada klarifikasi dari pihak Bawaslu terkait dugaan ketidak tranparansi.

Kata hasbar, ada beberapa syarat didalam keputusan Bawaslu yang tidak dibenarkan merangkap dobel jabatan, atau harus mundur dari salah satu jabatan itu harus di pilih. Namun hal ini tidak dilakukan bawaslu sejak masa pendaftaran. Bawaslu terkesan mengabaikan aturan seperti UU nomor 7 tahun 2017 pasal 117 tentang pemilu, tetang syarat-syarat sebagai calon Panwas, serta UU Desa nomor 6 tahun 2014 tentang desa kemudian diekplisitkan ke Permendagri 83 tahun 2016 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa juga UU ASN nomor 5 tahun 2014.ungkapnya.

kami sebagai orang yang memahami aturan, kami inginkan publis lewat media bisa tersosialisasi dengan baik agar ada langkah prefentif,” demikian juga soal transparansi nilai, meski aturannya tidak jelas kata dia, “seharusnya dari hasil CAT dipublikasikan untuk dikatahui masayarakat secara luas kok “Hasil CAT tidak dipublis, padahal ada UU KIP,” soal keterbukaan informasi publik.

pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan Ketua Bawaslu Parimo, (Muchlis) meyampaikan laporan namun karena hari libur, akan dilakukan secara resmi besok (senin). dikatakannya “Takutnya ini kadarluasa, bisa menjadi dalih, tetapi kami dijanjanjikan besok, kami berharap pihak Bawaslu bisa mengklarifikasi dugaan tersebut demi melahirkan Panwascam yang berkualitas dan beritegritas. Tandasnya.

“Kamipun menduga dari awal rekrutmen sudah tidak beritengritas. Ada memiliki jabatan yang dibiayai oleh APBN dan APBD. Dan ini berpotensi disalah gunakan (dobel gaji). Untuk itu kami meminta, agar Bawaslu menunda sementara pelantikan untuk nama-nama yang disebutkan diatas yang diduga kuat masih menggantung” bebernya.

Reporter : Deni Reinaldi

Editor : Pde

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here