Tiga Kali Pelaksanaan Mediasi ‘Hutang’ Bupati di PN Parigi Temui Jalan Buntu

0
426
Hartono, SH, MH Selaku Kuasa Hukum Penggugat (Foto : Sumardin || P'De)

PARIMO – matarakyatindo.com – Untuk yang ketiga kalinya, proses mediasi orang nomor satu di Kabupaten Parigi Moutong dengan seorang pengusaha asal Kota Palu Hance Yohanes akhirnya menemui jalan buntu karena tergugat (1) dan penggugat masing-masing hanya mewakili kuasa hukumnya.

Melalui kuasa hukum Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu sebagai tergugat (1), Sahruddin Ariestal SH kepada awak media di PN Parigi Senin (30/9/2019) menyatakan, hasil mediasi hari ini tidak berlanjut sehingga tidak mendapatkan titik temunya. Namun pada tahapan berikutnya tinggal menanti jadwal tahapan persidangan.

“Upaya dalam melakukan mediasi belum menemui titik temunya, karena antara tergugat dan penggugat hari ini tidak hadir. Tapi kita lanjut keproses persidangan sebagai pembuktian. Dan kami menunggu jadwal undangan dari pihak Pengadilan Negeri Parigi” ujar kuasa hukum Bupati ini.

Alasan Bupati tidak hadir dalam pelaksanaan mediasi yang ketiga kalinya tersebut kata Sahrudin karena ada hal yang mendasar. Kata dia kliennya berada di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati. Namun jika penggugat sudah hadir lebih dahulu, maka kliennya akan di informasikan untuk langsung hadir di kantor PN Parigi, terangnya.

Apa kata kuasa hukum penggugat soal gagalnya pelaksanaan mediasi tahap ketiga ini? Menurut Hartono Taharuddin SH MH selaku kuasa hukum penggugat mengatakan, mediasi saat ini masih menemui jalan buntu. Antara tergugat dan penggugat sama-sama tidak hadir. Alasannya bahwa kliennya sebagai penggugat dalam keadaan sakit.

“Ketidakhadiran klien saya karena beliau kurang sehat sehingga kami pastikan dan diupayakan pada persidangan gugatan lainnya minggu depan pak Hance Yohanes dipastikan hadir,” kata Ketua STIH-HAM Sulawesi Tengah ini.

Terkait pembuktian yang dimiliki penggugat untuk kasus dimaksud, kata Hartono, tetap menjadi pegangan karena pihaknya memiliki bukti transfer dan cek yang dikeluarkan oleh kliennya kepada tergugat (1).

“Saya belum bisa jelaskan disini, karena ini merupakan pegangan kami sebagai kuasa hukum penggugat. Tapi secara detail tentang berapa nilai dari bukti itu, saya belum dapat menjelaskan. Nanti pada saat persidangan akan saling buka-bukaan,” kata Hartono.

Reporter : SUMARDIN || P’DE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here