Tiga Orang Anleg DPRD Provinsi Tinjau Lokasi Tambang Buranga, Ini Penjelasan Muslih

0
153

Liputan khusus : Sumardin (Pde)

PARIMO | matarakyatindo.com – Pasca longsor tambang Buranga Kecamatan Ampibabo Parigi Moutong (Sulteng) beberapa pekan lalu yang memakan korban warga penambang, tiga anggota DPRD provinsi melakukan peninjauan di lokasi.

Hasil peninjauan ketiga anleg yaitu politisi Perindo Muslih S.Kep, politisi NasDem Ibrahim Havid dan politisi Demokrat H.Nur Dg Rahmatu telah menyimpulkan jika keberadaan tambang emas di Buranga adalah tambang rakyat yang dikelola rakyat tanpa ijin.

Dengan demikian, atas keputusan Pemerintah daerah Parimo melalui rapat Forkopimda yang dihadiri Kadis ESDM provinsi Drs Abd. Haris Kariming MSi dalam upaya penutupan secara permanen tambang tersebut disambut positif ketiga Anleg ini.

Tiga Anleg lagi kunjungi lokasi tambang Buranga (F-Pde)

“Untuk Komisi 2 DPRD provinsi bersepakat dan mendukung penutupan seluruh tambang ilegal di Parigi Moutong yang mempunyai dampak rusaknya lingkungan meluas dan telah menelan korban jiwa” kata politisi Perindo ini.

Kata Muslih S.Kep, disini pemerintah daerah setempat harus bisa menyiapkan lapangan pekerjaan baru kepada warga penambang yang terdampak bencana longsornya tebing tambang tidak berijin (ilegal).

Dengan ditutupnya tambang tersebut, setidaknya pihak yang memiliki kewenangan di daerah dapat memberdayakan warganya yang terdampak dibidang pertanian dan perkebunan, salah satunya yang bisa menggali komoditi pangan kita sendiri.

“Parigi Moutong punya sumber daya alam yang melimpah. Kalau di kelola secara benar bisa membuka/menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang banyak sehingga angka kemiskinan bisa ditekan dengan tumbuhnya perekonomian dan daya beli masyarakat” jelasnya kepada media ini.

Sebagai harapan, lanjut sarjana Kesehatan ini mengingatkan kepihak pemerintah kecamatan Ampibabo untuk bisa melakukan koordinasi dengan pihak kepala desa sekitar lokasi tambang sebagai upaya melakukan pengumpulan data para warga yang terdampak.

Hal ini dimaksudkan agar para penambang emas dapat di input untuk data laporan kepihak pemerintah Kabupaten sebagai data yang valid. Bila ini dilakukan dengan baik.

Niscaya apa yang menjadi beban warga yang terdampak akan terobati yaitu melalui pemberdayaan warganya di bidang pertanian akan menjadi peluang menjadi warga pra sejahtera, kata Muslih, Kamis (4/3/2021) siang ini. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here