Tindak Pidana Kekerasan dan Pencabulan Anak di Bawah Umur (PPA) Tertinggi Diwilayah Hukum Polres Parimo

0
353

PARIMO – matarakyatindo.com Polres Parigi Moutong Merelease Kasus yang telah di tangani kurun Waktu empat bulan terakhir,sejak januari hingga April 2022, ada sembilan perkara yang di tangani dari ke sembilan dua perkara yang menonjol dan sudah P21 berkas perkaranya dari kejaksaan

“Dari Sembilan perkara, lima dari unit Tipidum, dua perkara dari PPA, satu dari Tipiter serta satu perkara dari tipikor, serta dua perkara yang sudah naik perkaranya ke kejaksaan yaitu perkara Tindak pidana korupsi (Tipikor) dan Kekerasan Pencabulan Anak di bawah umur.

Hari ini berkas perkara kasus tindak pidana korupsi (tipikor) dan PPA, ” pelaku (TSK) akan di serahkan ke pihak kejaksaan bersama barang bukti (BB), hal ini di sampainkan pada saat Konferensi Pers di Makopolres Parimo Selasa 26/4/2022.

Dalam konferensi Persnya, Waka Polres Parimo, “Kompol I Putu Surya Bhakti. Di dampingi Kasat Reskrim, Iptu Dicky Armana Surbakti, STK SIK, KBO Reskrim, Kabag humas Iptu J Turangan, serta Kanit dari Unit masing-masing, mengatakan sejak bulan januari hingga April 2022 Polres Parimo berhasil Ungkap semnilan Kasus. Ungkapnya.

Dimana ada dua Kasus yang di anggap menonjol, yaitu kasus tindak pidana Kekerasan dan perlindungan perempuan dan anak (PPA) pencabulan, dan kasus kekerasan yang paling menonjol baru-baru ini yang terjadi di desa kayu agung kec mepanga terhadap anggota TNI (Baninsa), dengan menggunakan sajam serta senjata api rakitan.

Kekerasan terhadap anak di bawah umur, ada dua perkara berdasarkan laporan polisi. LPB /201/12/2021/SPKT Polres Parimo Polda Sulteng 2021. Yang terjadi di desa Pakare kec sausu, serta Laporan Polisi LPB/2/2/2022/SPK/Polsek Torue Polres Parimo. Serta kasus Curas dan kasus Galian C yang terjadi di desa moubang kec mepanga.

Waka Polres, menyampaikan berterima kasih atas kinerja anggota polres parimo unit Reserse kriminal (Reskrim) telah berhasil mengungkap kasus yang terjadi di wilayah hukum polres parimo. Tutupnya.

Reporter : Deni Renaldi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here