Tolak UU Omnibus Law, Aliansi Buruh Dan Rakyat Bersatu Demo Ke PT.IMIP

0
131
Morowali | matarakyatindo.com – Menindaklanjuti hasil dari pertemuan tertanggal 22 Agustus 2020 yang bertempat di Rumah Jabatan Bupati Morowali terkait dengan Aliansi dalam aksi mogok kerja 22 – 29 Agustus 2020, bahwa Bupati Morowali bersama Kapolres Morowali, Sekcam Bahodopi dan Kapolsek Bahodopi yang akan memfalisitasi semua dari aliansi untuk direalisasikan.

Tentunya dengan meminta meminta Aksi Mogok Kerja harus berjalan kondusif selama pelaksanaan dan tidak terjadi keributan yang merugikan orang lain serta meminta kelonggaran waktu selama 3 hari untuk merealisasikannya.

Dan melihat kondisi masa aksi mogok kerja yang sudah tidak kondusif karena banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang digunakan untuk mengacaukan aksi Mogok kerja lewat tindakan-tindakan kriminal sehingga hal tersebut dapat mengkaburkan bahwa yang menjadi tututan maka dengan ini aliansi pernyataan bahwa, apa yang menjadi perwakilan Serikat Pekerja Industri Morowali (SPIM) Dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI)

“Intinya Omnibus Law tidak mengakomodir perlindungan hak buruh, Dan Kami menolaknya, karena tidak ada jaminan atas tiga hal pokok yakni Jaminan pekerjaan dan Jaminan pendapatan serta Jaminan sosial,” aku perwakilan SPIM dan SBSI Pada 23 Agustus 2020 di Bahodopi.

Ditempat terpisah Ketua Afdal SPIM menyampaikan pernyataan sikap untuk mendukung pemerintah untuk merealisasikan Tuntutan aliansi pada tanggal 25 Agustus 2020.

Afdal Ketua SPIM, Aliansi akan memberikan kelonggaran Waktu kepada pemerintah selama 3 hari yang kebijakan mulai dari hari ini sampai tanggal 25 Agustus 2020.

“Kami berharap Undan – Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenaga kerjaan tidak di rubah, karena tidak melindungi ketenaga kerjaan yang tidak merugikan berbagai pihak, ”harapnya

Lanjut Afdal SPIM, Aliansi TIDAK akan mencabut surat mogok tetapi hanya memberi kelonggaran waktu selama 3 hari, aliansi melakukan aktifitas kerja kerja selama 3 yang datang mulai hari ini sampai tanggal 25 Agustus 2020.

“Jika dalam waktu 3 hari, pemerintah tidak bisa memenuhi apa yang menjadi janjinya, maka aliansi akan melanjutkan aksi kerja kerja hingga terpenuhi. Dan aliansi sangat mengutuk kekerasan kejadian kekerasan yan terjadi tanggal 22 agustus 2020 pada malam hari di pertigaan mesjid Fatufia, ”Pungkasnya.

Sumber : Nasir Tulla (Kabartoday.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here