Ungkap 7 Kasus Narkotika, BNNK Donggala Target Lebih Tahun 2020

0
168
Kepala BNNK Donggala, AKBP Kahar Muzzakir, SH bersama Staf BNNK Donggala, saat memberikan keterangan pers, Rabu (25/12/2019) kemarin. (Foto : BIM)

PALU – matarakyatindo.com Kepala Badan Narkotika Nasion Kabupaten (BNNK) Donggala AKBP Kahar Muzakkir, SH mengungkapkan beberapa kegiatan yang dilaksanakan salah satunya pengungkapan kasus penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika dan sejenisnya Desember tahun 2019.

“Di awal tahun 2019 lalu, kami berhasil ungkap kasus diduga pengedar narkoba dengan barang bukti 18 paket sabu siap edar serta barang bukti lainya,” ungkap Kahar kepada awak media, Rabu (25/12/2019) kemarin, bertempat di Warkop Aweng di Ponegoro.

Pada tahun 2019 ini BNNK Donggala mendapat 2 target dalam hal pengungkapan kasus, namun dengan semangat dan kekompakan yang dimilikinya, akhirnya berbuah hasil mengungkap kasus narkoba sebanyak 3 kasus + 4.

“Jadi Sejauh ini kami berhasil ungkap sebanyak 7 kasus beserta barang bukti sabu total babuk seberat 118 gram.” ungkapnya lagi.

Lebih jauh ditambahkanya, menjawab pertanyaan dari salah satu awak media yang mempertanyakan anggaran dalam pengungkapan satu kasus. di Donggala hal itu sudah diatur oleh BNN Pusat melalui BNNP Sulawesi Tengah.

Untuk Target operasi (TO) kasusnya kondisional, tanpa anggaran pihaknya berupaya semampunya, dan seiring dengan budget anggaran maksimal besaranya Rp 50 juta berdasarkan DIPA pertahun, per kasusnya.

Dalam kesempatan itu pula Kahar menyampaikan, bahwa BNNK Donggala masih memburu 10 lebih Daftar Pencarian Orang (DPO) yang sampai sekarang belum ditemukan. Menurutnya tidak akan berhenti mencari informasi terhadap DPO yang selama ini meresahkan masyarakat itu.

“Pemalsuan identitas DPO yang membuat kesulitan kami, akan tetapi kami berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menemukan DPO tersebut.” Katanya

Ditambahkan, BNNK Donggala akan terus lakukan sosialisasi dan bersinergi dengan Pemerintah Donggala, Forkopimda serta Dinas terkait. Dalam hal pemberantasan barang haram dan memberikan bekal pengertian, bahwa tidak baik untuk kesehatan mengkonsumsi obat obatan terlarang, karena berakibat fatal pada saraf dan organ tubuh lainnya.

“Kegiatan sosialisasi ke sekolah – sekolah dan rutin melakukan tes urine terhadap Aparatur Sipil Negara( ASN) dengan cegah dini sebelum hal buruk terjadi,”sebutnya.

Harapanya untuk target di Tahun 2020, pihaknya berupaya bisa capai melebihi 7 kasus, sebanyak-banyaknya dari 2019, disesuaikan anggaran bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Donggala, target yang diberikan akan melebihi progress.

Reporter : BIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here