Viral.!! Oknum Pegawai Inspektorat Parimo Lecehkan Profesi Wartawan

0
443

Parimo – matarakyatindo.com Wartawan  media cetak dan online digegerkan oleh seorang Pegawai di Lingkungan Inspektorat Parigi Moutong yang menghina profesi wartawan dengan menyebut ‘Tulisan asal – asalan’

Pasalnya, Kasubag Evaluasi dan Program Inspektorat Parigi Moutong yang bernama Indarti  mengeluarkan kalimat yang kurang pantas untuk didengar oleh wartawan.

Sebelumnya ditengah rapat pembahasan temuan LHP BPK oleh Panitia Khusus (Pansus) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa, (18/6/2019), salah seorang pejabat Inspektorat Parimo, yang di ketahui bernama Indarti meremehkan profesi wartawan.

Diduga tidak mampu menjawab tudingan wakil rakyat terhadap kinerja Inspektorat yang amburadul hingga menemukan pelanggaran di desa, Indarti mengalihkan pembicaraan dan mengatakan tulisan wartawan dimedia itu asal asalan, aneh, Indrati juga seakan tidak ingin wartawan mencari tau urusan antara Desa dan Inspektorat.

“Terus terang memang ada temuan Inspektorat soal Dana Desa (DD) yang pertanggungjawabannya tidak sesuai, terutama Desa Tanalanto dan desa yang ada diwilayah utara. Tapi jika ditemukan melalui tulisan wartawan soal itu, saya anggap sebagai tulisan asal asalan karena tidak didukung bukti yang jelas” katanya dihadapan Pansus LHP BPK-RI perwakilan Sulteng.

Usai acara rapat pansus, oknum pejabat bernama Indarti langsung diwawancarai oleh awak media terkait ucapan yang mencederai tugas Jurnalis. Namun dalam sesi wawancara itu, dirinya membantah jika dirinya tidak pernah menghina wartawan.

“Maaf, saya tidak pernah mengeluarkan kata menghina wartawan. Yang kami sebut tadi itu hanya tulisan dari salah satu media yang dinilai menulis asal asalan karena tidak didukung data yang jelas” ujarnya.

Tapi setelah dicecar oleh beberapa wartawan dengan mencoba mendengarkan pernyataannya melalui hasil rekaman, akhirnya dirinya mengakui jika pernyataannya itu benar dikatakan dihadapan Pansus DPRD.

Permohonan maaf saat itu juga disampaikannya, namun bagi para wartawan, bahwa itu merupakan sebuah penghinaan terhadap tugas jurnalis karena hal itu sudah melanggar UU pers. Bahkan ada rencana akan dilaporkan kepenegak hukum, kata salah seorang wartawan yang bertugas di Parimo.

Profesi Jurnalis atau Wartawan diatur dalam Undang-undang (UU) No. 40/1999 tentang Pers dan menta’ati Kode Etik Jurnalis (KEJ). Juga diperkuat dengan Nota Kesefahaman antara Dewan Pers (DP) – Polri yang diperbaharui pada Februari 2017 lalu. Segala bentuk penghinaan atau pelecehan terhadap profesi termasuk profesi Jurnalis/Wartawan menurut UU manapun tidak dibenarkan. Akibat sikap arogansi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab sering Insan Pers mendapat perlakuan kasar baik secara fisik maupun psikis.

“Jangan hina profesi Jurnalis,” kata sesepuh dan senior Pers.

Reporter : Yunus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here