Wakapolda NTT Kaget Atas Penunjukan Kapolri Atas Jabatan Baru Sebagai Kadivhubinter

0
188

JAKARTA | matarakyatindo.com – Ini memang rahasia Tuhan ketika seorang putra kelahiran Indonesia Timur yang menjabat sebagai Wakapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya dipercayakan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Brigjen Johni Asadoma mengaku kaget. Pasalnya, ada banyak perwira tinggi di Mabes Polri yang memiliki kompetensi dan kemampuan, namun justru Kapolri menunjuk putera asal Provinsi Nusa Tenggara Timur ini menjadi Kadivhubinter Polri.

Bagi Brigjen Johni Asadoma, penunjukkan ini merupakan kepercayaan dan bukan tugas yang biasa.

“Saya pun kaget atas penunjukkan ini padahal ada banyak perwira tinggi Polri yang mampu. Saya mensyukuri kepercayaan dan tanggungjawab ini dengan tekad berbuat yang terbaik,” katanya kepada wartawan, Rabu (21/7).

Ia menyadari kalau penunjukkan ini dilakukan di tengah situasi kasus Djoko Chandra dan disinyalir ada beberapa pejabat Polri yang terlibat.

Untuk itu, tugas yang tidak ringan segera dilakukannya, saat resmi bertugas di Hubinter Polri dimulai dari penataan organisasi agar lebih baik, sampai pada operasional dan pembinaan organisasi.

Disisi lain kerja maksimal sudah pasti dilakukan karena dalam situasi saat ini, Kapolri menunjuknya dengan pertimbangan khusus dan sebuah kepercayaan bagi putera asal Nusa Tenggara Timur menjadi Kadiv. Walau demikian, bagi mantan Waka Polda Sulawesi Utara ini, berdinas di Divhubinter Polri bukan hal baru.

Enam tahun Ia bertugas di divisi tersebut dengan mengemban berbagai jabatan, mulai dari Kabag Liasion Officer dan Perbatasan, Kabag Kerjasama Pengembangan Kapasitas, hingga ditunjuk menjadi Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubinter Polri. Di Divisi Hubinter Polri lah, Johni Asadoma menyandang bintang satu dipundaknya.

Pada 2017, Brigjen Johni Asadoma memimpin Delegasi Indonesia ke Sudan dalam rangka diplomasi dengan Pemerintah Sudan dan PBB sebagai pasukan Garuda Bhayangkara. Menjabat Kadivhubinter Polri akan menjadi promosi bintang dua baginya.

Brigjen Johni Asadoma dipromosikan sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri menggantikan Irjen Napoleon Bonaparte yang dicopot Kapolri Jenderal Idham Azis karena skandal surat jalan Djoko Tjandra.

Promosi Brigjen Johni Asadoma tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2076/VII/KEP/2020 tertanggal 17 Juli 2020 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri. Surat diteken Asisten SDM Kapolri Irjen Sutrisno Yudho Himawan.

Brigjen Johni Asadoma merupakan perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1989. Mantan petinju ini berpengalaman di bidang Brigade Mobil (Brimob).

Rekam jejaknya di Korps Bhayangkara panjang. Brigjen Johni Asadoma antara lain, pernah menjabat Komandan Peleton Brimob Polda Sulut, Komandan Kompi Brimob pada Satuan Brimob Pusat Jakarta, Kepala Subden Gegana Polri di Kelapa Dua, Depok, Komandan Brimob Binjai Polda Sumut (2003-2005), Kapolresta Binjai dan Wakapolda Sulawesi Utara (2017).

Prestasinya juga mentereng. Johni Asadoma pernah memimpin Kontingen Garuda yang bergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Darfur, Sudan. Misi ini berangkat pada 11 Oktober 2008.

Menariknya, sebelum menjadi taruna Akpol, Johni Asadoma merupakan petinju amatir nasional Indonesia. Dia pernah memenangi kejuaraan tingkat nasional dan internasional.

Jenderal kelahiran Denpasar, Bali ini antara lain meraih medali perunggu kelas layang kejuaraan Sarung Tinju Emas ke-7 di Denpasar pada 1982 (mewakili NTT), medali emas kelas layang SEA Games XII di Singapura (1983) dan Medali emas Piala Presiden VII di Jakarta (1984).

Johni Asadoma juga pernah mewakili Indonesia dalam Olimpiade XXII di Los Angeles (1984). Sayang, langkahnya terhenti di babak penyisihan.

Merdeka.com / PDE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here