Waspada, Penculikan Anak itu Nyata bukan Hoax di Bahomoleo Morowali Sempat Terjadi

0
90999

Morowali || matarakyatindo.com Bagi┬áseluruh warga masyarakat khususnya para orang tua yang punya anak, agar selalu waspada mengawasi anak-anaknya 1×24 jam, penculikan anak itu nyata bukan hoax.

Sempat terjadi penculikan di alami oleh dua anak warga Desa Bahomoleo Kec.Bungku tengah Kab.Morowali, peristiwa itu terjadi pada Jumat malam (17/1), sekitar pukul 18:30 Wita jelang magrib.

Kedua anak tersebut merupakan kakak adik yang hendak menunaikan ibadah sholat magrib, dengan berjalan kaki melintasi jalan poros Trans Sulawesi di Desa Bahomoleo, belum sampai tujuan kedua anak tersebut tiba-tiba didatangi orang yang tak dikenalnya dan langsung memaksa masuk dalam mobil.

Korban penculikan

Saat didalam mobil, kedua anak berontak dan berteriak minta tolong membuat para kawanan penculik panik melihat kendaraan bermotor yang sedang berada dibelakangnya.

”Penculik itu berusaha tutup mulut kami tapi kami tetap berteriak dan berontak minta tolong,” tutur kedua kakak adik itu dengan nada terbatah-batah sambil coba ditenangkan sejumlah warga yang sudah berkerumun di rumahnya.

Tampak Kapolsek Bungku Tengah bersama jajarannya di rumah korban penculikan

Informasi yang serupa dari laporan yang diterima oleh media ini menjelaskan, bahwa pada hari Jumat tanggal (17/1), di Desa Bahomoleo telah terjadi percobaan penculikan terhadap PR Safiana umur 13 tahun kelas 1 SMP Bahomohoni dan PR Hajrah umur 10 tahun kelas 4 SD Bahomoleo anak dari bapak Ishak umur 44 tahun dan Ibu Mariani umur 35 tahun.

Kronologis kejadian, pada pukul 18.30 Wita kedua korban pergi mengaji di rumah Ibu Misra umur 57 tahun, kedua korban diculik dalam perjalanan menuju ke rumahnya tante Misra.

Mereka ditarik ke dalam mobil warna putih jenis Avanza pelaku berjumlah 4 orang, 3 laki-laki 1 wanita, pada saat dalam mobil kedua korban berontak dan berteriak sehingga mobil berhenti dengan tujuan menyekap kedua korban.

Tetapi di saat mobil berhenti ada kesempatan keluar maka korban berdua melompat dan melarikan diri, pelaku sempat mengejar kedua korban tapi tidak didapat dan korban ketemu pamannya atas nama Ahmad umur 42 tahun dan korban langsung dibawa ke rumah orang tuanya, kondisi korban masih trauma dengan kejadian tersebut.

Kapolres Morowali AKBP Bayu Indra Wiguna yang dikonfirmasi mengatakan bahwa kasus tersebut telah ditangani Polres Morowali proses penyelidikan sedang berjalan untuk mencari para pelaku.

”Berdasarkan keterangan saksi karena kondisi di dalam mobil gelap sehingga mereka tidak bisa menggambarkan seperti apa wajah pelakunya, untuk saat ini masih dilakukan pendalaman penyelidikan, selain melakukan penyelidikan, kita juga meningkatkan razia siang dan malam terhadap kendaraan maupun orang sebagai respon terhadap keluhan masyarakat, kita mengimbau kepada masyarakat apabila ada informasi yg berkembang di lingkungan masyarakat agar segera diinfokan kepada pihak kepolisian sehingga bisa dicek kebenarannya,” Terang Kapolres pertama di Kab.Morowali itu.

Saat peristiwa itu terjadi, sontak saja membuat geger warga Bahomoleo dan sekitarnya bahkan warga lainnya di Morowali merasa was-was, karena sekitar seminggu sebelum peristiwa tersebut telah beredar marak issu penculikan anak.

Tetapi issu tersebut dibantah langsung Kapolda Sulteng Irjen Pol.Syafril Nursal, pada saat menggelar jumpa pers disela-sela peresmian Polres Morowali (16/1).

“Jangan cepat percaya issu penculikan anak di Morowali, faktanya di daerah kita tidak ada penculikan anak, namanya juga issu, jangan langsung cepat dipercaya,” kata Kapolda bintang dua dipundaknya itu dihadapan sejumlah wartawan di Morowali.

Reporter : Tar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here