Wow, Bangunan PAUD Desa Malalan di Gugat, Ini Kronologisnya !!!

0
479

PARIMO || matarakyatindo.com – Polemik lokasi Bangunan PAUD di Desa Malalan, Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), menjadi sengketa oleh salah satu penggugat, pasalnya lokasi yang kini dibangun gedung tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2019.

Hal itu ditengarai menjadi Obyek sengketa yang diketahui bernama Abdul Rauf Ulu Alias ARU, hal itu menimbulkan polemik (desas-desus) antar penggugat dan pemerintah Desa Malalan.

Konon lokasi yang diklaim si penggugat Abdul Rauf Ulu, merupakan sekolah Madrasah Alkhairaat pada tahun 1972 silam, namun seiring waktu bangunan sekolah itu tak lagi difungsikan dan hanya menyisahkan pondasi, hal ini membuat para saksi yang mantan Guru dan murid angkat bicara.

Menurut sejumlah sumber lain membenarkan bahwa lokasi tersebut adalah lokasi bangunan gedung madrasah yang luas bangunanya 60 M² X86 M². Abdul Manan yang juga salah pengurus era 70 an, mengakui para alumnus sekolah itu, yakni salah satunya bernama Asrudin.

Sementara itu pengakuan saksi lain Arini, bahwa mendiang kepala kampung sejak tahun itu telah mewakafkan lokasi swapraja kepada pengelola MA (Madrasah Alkhairaat) tahun 1975, namun asas guna bangunan tak sempat melalui rehab dan proses belajar mengajar pun dialihkan ke Sekolah Dasar, hal itu diakui Abdul Manan.

Kesempatan lain, saat ditemui di Kantor Desa Kepala Desa (Kades) Malalan, Arsin B membenarkan bahwa lokasi itu saat ini digugat oleh mantan Kades mepanga, sebagai penggugat, yang bersangkutan pun akui bahwa lokasi sengketa adalah milik Abdul Rauf, namun perkara sebidang tanah tersebut tak di ketahui pemerintah desa, dimana asal usul tanah itu, diyakini Kades ditulis sendiri oleh penggugat.

Lanjut, “Arsin, saksi yang di hadirkan penggugat sidang musyawarah mempertemukan kedua belah pihak, penggugat menghadirkan saksi sukri namun sukri yang di hadirkan tak mengetahui pasti asal muasal lokasi yang disangkakan, yang di ketahui sukri lokasi itu merupakan tukar guling dengan orang tua saksi (Sukri), Kata Arsin jika memang saudara penggugat merasa memiliki tanah tersebut silahkan gugat ke pengadilan, kami pemerintah desa siap hadir jika nanti di panggil oleh pengadilan, jelasnya.

Arsin menambahkan, pada proses mediasi awal penggugat sepakat untuk di bagi dua lokasi tersebut, namun pada proses mediasi ke dua di hadirkan para saksi yang bersangkutan menolak dan akan melanjutkan ke proses hukum, selain itu asrin akui bahwa anak penggugat mencoba menghentikan proses kelanjutan pekerjaan bangunan paud, dengan nada lantang saya mengatakan jangan coba hentikan proses ini sebelum ada putusan.

Reporter : Deni Renaldi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here